Oleh: Taufik Rahadian
Bruno (Asa Butterfield) adalah seorang anak berumur 8 tahun yang tinggal di Jerman ketika masa perang dunia II. Ayahnya merupakan seorang tentara Nazi. Suatu ketika, Bruno diberi tahu oleh ibunya bahwa ayahnya dipromosikan menjadi seorang komandan dan mereka harus pindah rumah ke sebuah daerah terpencil bernama Obersturmbannführer.
Namun dirumah barunya Bruno merasa ada keanehan, dia tidak dibolehkan untuk keluar rumah dan hanya bermain di halaman rumahnya saja. Selain itu, meskipun di daerah terpencil tapi rumah mereka dijaga oleh banyak tentara. Secara tidak sengaja suatu hari Bruno melihat dari jendela kamarnya ada sebuah desa kecil yang tidak jauh dari rumahnya. Dia merasa aneh semua orang di desa tersebut memakai piyama bergaris. Karena penasaran dia pun mendatangi desa tersebut, dan ternyata desa itu dikelilingi oleh pagar yang dialiri oleh listrik. Disana dia bertemu Shmuel, anak laki-laki yang sedang duduk sendiri di dekat pagar. Dengan memberanikan diri dia menyapa Shmuel dan berkenalan dengannya. Dari Shmuel, Bruno mengetahui kalau ternyata desa itu adalah kamp konsentrasi Nazi bagi orang Yahudi dan piyama tersebut adalah tanda bahwa orang tersebut adalah orang yahudi. Semenjak itu mereka menjadi berteman hingga pada akhirnya pertemanan tersebut harus berakhir karena sebuah kejadian yang sangat tidak terduga.
Film ini cukup menarik untuk disimak, apalagi buat kamu yang suka sama sejarah. Walaupun film ini nggak diambil dari kisah nyata, tapi setting film ini sedikit banyak menggambarkan tentang sejarah Nazi dan peristiwa Holocaust yang terjadi di zaman itu. Mau tau seperti apa selengkapnya keseruan yang terjadi di film besutan sutradara Mark Herman ini? Go grab the movie, friends!









94LGBe ijlmleinsexs, [url=http://qtdwernmfymi.com/]qtdwernmfymi[/url], [link=http://jszlflbozrqt.com/]jszlflbozrqt[/link], http://rkvscvmjlgji.com/