Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Radiolips Become a RadioStar

19 Apr Posted by in For Review, Musik | 1 comment
Radiolips Become a RadioStar
 

Oleh: Mahardhika Utama

RadiolipsBand rock dengan vokalis wanita selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi sebuah band. Sebut saja Dolores dari The Cranberries, Gwen Stefani-nya No Doubt, Tarja Turunen ex-Nightwish, Candace Kucsulain dari Walls of Jericho hingga yang paling influential beberapa tahun belakangan ini, Hayley William dari Paramore. Nama terakhir bisa jadi adalah nama yang paling banyak menginspirasi band-band lokal yang marak muncul di era 2007 -an hingga saat ini. Diakui atau tidak, trend membuat band non-mainstream dengan memasang wanita sebagai ikon terus meningkat secara kuantitas setelah kemunculan Paramore. Namun, hal tersebut adalah hal yang lumrah di dunia musik dan tidak perlu diperdebatkan lebih panjang. Selama band itu bagus dan punya kualitas mumpuni yang tidak sekedar menjual kecantikan sang vokalis, kenapa tidak?

Dari skena indie Kota Bandung hadir satu lagi rock band with chic voice bernama RADIOLIPS. Band beranggotakan vokalis Va, pemain gitar Teguh, pembetot bass Singgih dan penggebuk drum Nopan ini secara mengejutkan tiba-tiba sudah menelurkan satu mini album berisi 6 track dengan single jagoan berjudul RadioStar. Tidak seperti kebanyakan band yang memilih untuk memperbanyak jam terbang dari panggung ke panggung terlebih dahulu sebelum merilis album, Radiolips memilih jalan sebaliknya, muncul setelah karya mereka benar-benar ada secara fisik. Warna musik yang dihasilkan dari harmonisasi rhytm dengan hentakan-hentakan drum tempo medium-up beat ini menegaskan warna musik mereka di mini album pertamanya. Satu track intro dan lima track di mini album yang diproduksi oleh Melodica Records ini menawarkan lirik-lirik berbahasa Indonesia dengan musik alternative rock yang cukup ear catchy. Menjual.

Dibuka dengan track berjudul RadioStar dengan aura teenage music yang ceria dan menghentak-hentak ini menceritakan tentang perasaan anak-anak band yang lagunya diputar di radio. Setelah asyik melompat-lompat girang karena lagu mereka merajai chart radio, emosi sedikit mendingin di track ke-2 berjudul Say Happy, sebuah lagu berirama ballads dengan iringan gitar akustik yang cukup memberikan warna di mini album yang didominasi beat menghentak ini. Balutan sequencer yang disinyalir berasal dari software musik bernama Fruity Loops juga cukup banyak berperan di tiap track Radiolips. Seperti halnya track medium beat berjudul Berharap dan up-beat tempo dari track Sang Waktu yang juga berbalut looping itu di rekam dengan proses mixing-mastering yang rapi, membuat track-track ini menjadi berwarna dan sekali lagi…Ear catchy. Mini album ini ditutup dengan track berjudul Tunjukan Pada Dunia (Indonesia) yang berisi lirik nasionalis dengan warna musik penuh energi yang menurut prediksi saya akan menjadi lagu yang anthemic. Track itu saya nobatkan sebagai track favorit saya karena selain warna musiknya yang berenergi, Radiolips di track tersebut telah berhasil menjadi motivator handal yang membangkitkan semangat saya dan (semoga) semangat anak-anak muda lainnya untuk mencintai tempat dari mana mereka berasal yaitu Indonesia.

If you think this is such a bad review, feel free to listen to Radiolips by your own ears in www.reverbnation.com/radiolips. Dan jangan ragu untuk mengamalkan sedikit pulsa handphone-mu untuk merequest lagu mereka ke radio kesayangan untuk membuat Radiolips benar-benar menjadi RadioStar !!

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes