Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Yulius Iskandar : Follow Your Passion

10 Jan Posted by in For Profile | Comments
Yulius Iskandar : Follow Your Passion
 

Oleh: Rizki Rahardiyan

“SELAMA INI SAYA MENJALANI APA YANG SAYA SUKA, YANG SUDAH MENJADI PASSION SAYA”

“JANGAN TAKUT, ADA SATU ORANG YANG ENGGA NGEDUKUNG KITA, DI LUAR SANA ADA SERIBU ORANG YANG NGEDUKUNG KITA”

Pria ini berhasil membuat kami terkesan atas sepak terjangnya sebagai Manajer band selama ini, dan rasanya tak salah jika kami memilih dia sebagai salah satu sosok di Bandung yang cukup bersinar di tahun 2011. Dikenal baik dengan sapaan Iyus, beberapa waktu lalu di tahun 2011 manajer band Bottlesmoker dan Angsa&Serigala ini tak sungkan untuk membagi pengalaman berharga-nya di scene music yang ia jalani.

 

“Bagaimana awal mula terlibat di scene musik lokal dan kemudian jadi manajer?”

“Sejak dulu saya mengamati perkembangan musik lokal, karena dari smp saya rajin mengunjungi gigs-gigs lokal, meskipun hanya sebagai penonton” kata Iyus. Walaupun sempat bermain band, tapi Iyus menyadari bahwa kapasitasnya bukan di atas panggung, tetapi berada di belakang panggung. “pada tahun 2006 akhirnya saya menemukan teman-teman di sekitar saya yang mempunyai talenta musik yang luar biasa, dan akhirnya saya mencoba untuk membantu mereka”.

Sebelumnya iyus sempat tergabung dalam tim manajemen Vincent Vega, The Cangcuters, dan Mocca, “dari merekalah saya banyak belajar tentang manajemen band secara profesional”. “jadi intinya saya menyukai pekerjaan saya tanpa paksaan, jadi bukan untuk cari uang, jadi ya pada awalnya saya ingin terlibat di band yang saya suka” tambah Iyus.

Kemudian pada 2009 Iyus mulai fokus untuk di belakang layar saja, “saya mencoba meyakinkan diri kalau passion saya di sini, cari uang di sini, jadi ya hidup dari sini”. Memang tidak ada yang lebih menyenangkan bila kita bisa menghasilkan sesuatu dari hal yang kita suka.

 

“Bagaimana awal mula bertemu Bottlesmoker?“

“Berawal pada tahun 2007, sebenarnya mereka sudah berkarya sejak 2005. awalnya saya dikenalkan oleh teman semasa sma yang mengajak saya untuk menonton live show mereka. Dari situ lah saya mulai tertarik, mereka memainkan musik yang unik dan tidak lazim dimainkan musisi lain nya pada saat itu. Mereka memainkan musik elektronik yang tanpa vokal, dan dengan alat musik yang sederhana. Ketika bertemu, mereka juga membutuhkan seseorang untuk membantu hal-hal teknis di luar musikalitas mereka, dan saya juga nyambung dengan mereka. Saya berani bilang bahwa saya menjadi manajer untuk bottle smoker tidak hanya untuk 10 tahun atau 20 tahun ke depan, tetapi untuk seumur hidup. Karena mereka sudah lebih dari keluarga buat saya. Dengan mereka juga saya banyak mencapai banyak hal, siapa sangka kita bisa berangkat ke china, hong kong, dan negara lainnya”.

Tampak jelas Yulius begitu menikmati pekerjaan nya, begitu bersemangat dia menceritakan perjalanan karir nya sebagai seorang manajer. Bukan tanpa tantangan untuk bisa menjadi manajer yang baik. “sebenarnya kebutuhan dan visi misi setiap band itu berbeda, saya pribadi di Bottlesmoker tidak menekankan adanya susunan organisasi, jadi komando bisa datang dari saya, Angkuy, Nobie, atau teman-teman lainnya”

 

“Sebenarnya apa saja yang dibutuhkan untuk jadi seorang manajer yang baik?”

“Pada awalnya kita harus menyukai band atau musik yang ingin kita dukung, sulit kalau kita tidak suka, bagaimana pun caranya. Yang kedua ya banyakin main lah, banyakin temen dan jaringan, kita harus bisa menemukan sesuatu yang bermanfaat dari kita main, ya sering-sering berinteraksi dengan banyak orang. Yang terakhir ya kita serahin semuanya ke tuhan, saya melakukan semuanya bukan hanya atas kemampuan saya sendiri, tapi juga kuasa tuhan. Contohnya ya seperti kita kemarin bisa tour 5 negara dalam waktu 19 hari, siapa sangka kan? Kita juga harus bisa memaksimalkan social media, Karena saya percaya ungkapan bila bisa menguasai social media maka bisa menguasai dunia”.

Penting juga untuk bisa menghargai musikalitas orang lain, mungkin hal ini lah yang sulit untuk dijalani di masa sekarang, di mana mungkin orang-orang saat ini sudah agak jenuh dengan perkembangan musik sekarang. “Yang penting hargai kreatifitas orang lain, jangan di hina, itu proses kreatif dia, banyak juga orang yang jatuh karena tidak menghargai orang lain. Jangan sampai kaya gitu”.

 

“Masalah apa sih yang sering dihadapi Iyus dalam mengelola sebuah band?”

“Yang namanya hidup pasti ga pernah lepas dari masalah ketika beberapa kepala ngumpul, katakanlah kita mau mengejar visi dan misi yang sama pasti ada bentrokan. Bayangin aja Angsa & Serigala ada 15 orang, pasti susah. Tapi kalo kita saling percaya dan yakin pasti bisa. Antara Bottle Smoker dan Angsa & Serigala pasti punya tingkat kesulitan yang berbeda. Meskipun kita tidak menekankan adanya susunan dalam manajemen, tapi sebenarnya hal itu perlu, kita memerlukan sosok yang dijadikan pemimpin atau panutan. Seorang manajer yang baik juga harus bisa kasih contoh yang baik, contohnya ya manajemen waktu, harus bisa tepat waktu”.

Ketika di tanya apakah ada keinginan untuk mendirikan band yang anggota nya Iyus pilih sendiri, Iyus menampik keinginan tersebut. “untuk saat ini saya ingin mengejar impian-impian saya di dua band ini (red. Botle Smoker dan Angsa & Serigala). Ini juga salah satu alasan saya kenapa resign dari Vincent vega, The Cangcuters, dan Mocca, ya untuk mengejar impian saya. Tapi ada juga kemungkinan ke sana”.

 

“Impian untuk band yang sekarang?”

“Kalo beberapa waktu lalu alhamdulilah Bottlesmoker bisa ke 6 negara di asia, untuk ke depan nya kita ingin menginjak 5 benua, ke Australia, Eropa, Amerika. Bisa di bilang buat orang banyak, mungkin ini sesuatu yang mustahil. Tetapi ya dengan banyak dukungan dari banyak orang, ini bukan sesuatu yang mustahil. Kalau untuk Angsa & Serigala, musik nya bisa di terima oleh banyak orang, bisa di kenal juga sama temen-temen di luar komunitas”.

Iyus juga mengomentari dua sisi tentang sisi kekerabatan yang kuat di komunitas, karena terkadang kekerabatan di komunitas ini bisa mengganggu profesionalitas. “Karena yang buat acara adalah kawan kita, kita ingin masuk nya gratis. Hal-hal seperti ini lah yang coba saya dan teman-teman kampanye kan. Untuk menghargai usaha teman-teman dengan terus mensupport usaha mereka” Ungkap Iyus

Ternyata dalam waktu dekat ini, Iyus berniat untuk menambah ilmu nya untuk segera hijrah ke Jakarta. Sesi wawancara pun di tutup dengan pesan Yulius untuk anak muda di luar sana “Jangan takut untuk mengejar impian, kalau yakin dan dikerjakan bareng-bareng pasti bisa kok. kalau kata orang sunda tong eleh samemeh di pacok.

photos by. Rizki R.

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes