Oleh: Rama Gustamar
Dewasa ini, sampah memang sudah menjadi permasalahan yang akut di setiap kota besar. Bandung salah satunya. Pemandangan gunung sampah rasanya tidak asing lagi kita lihat di beberapa sudut kota Bandung akhir-akhir ini. Kurangnya kesadaran akan lingkungan, meningkatnya volume sampah pertahun serta ketidakjelasan TPA yang seharusnya tidak menimbulkan masalah ini, mungkin bisa dikatakan sebagai penyebab buruknya pengelolaan sampah di kota Bandung.
Lalu apa sih yang bisa kita lakukan untuk permasalahan sampah ini? Masa iya lagi-lagi kita menyalahkan pemerintah? Kalo ga di dengar gimana? Ah biasanya juga begitu. Anyway, minimal kita bisa mengurangi permasalah sampah ini dengan mengurangi penggunaan plastik, karena setiap kita belanja apapun pasti selalu dibungkus oleh plastik. Cara lainnya yaitu daur ulang. Yap daur ulang, mungkin cara ini sudah banyak diterapkan oleh para pengusaha daur ulang dan para pemerhati lingkungan. Dan belakangan ini, yang menjadi perhatian kami adalah pendaur ulangan sampah menjadi robot seperti yang dilakukan oleh 2 anak remaja dari Bandung. Sampah kan identik dengan bau menyengat, bentuk yang tidak jelas dan penuh dengan bakteri dan kuman. Namun di tangan Attina Nuraini dan Evan Driyananda, sampah disulap menjadi robot-robot berkarakter yang hasilnya sangat bisa dinikmati. Recycled Experience merupakan ngaran proyek yang mereka jalankan.
Recycled Experience adalah sebuah proyek seni yang didirikan oleh EvanDriyananda dan Attina Nuraini yang memiliki minat yang sama dalam budaya pop dan gerakan mainan seni. Dimulai sekitar tahun 2006, mereka telah membuat berbagai jenis bahan yang telah direkonstruksi, yang keberadaannya tidak terduga, bahkan dilupakan oleh kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari mereka, ke dalam bentuk-bentuk baru yang diharapkan dapat menjadi media untuk mengekspresikan kemampuan eksploratifnya. Eksplorasi semacam ini disampaikan dengan memanfaatkan berbagai jenis sampah non-organik menjadi berbagai karakter robot.

Sejak berdirinya, RECYCLE EXPERIENCE mereka telah diberikan kesempatan besar untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti pameran seni, kolaborasi seni, workshop, talk show dan bekerja sama dengan beberapa industri kreatif perusahaan desainer, musisi dan akademis lembaga.
Merupakan ide yang kreatif di tengah-tengah permasalahan sampah yang sudah semrawut di kota ini. Meskipun mereka hanya mendaur ulang sampah non-organik, namun mereka setidaknya sudah mengurangi sekian persen volume sampah yang menggunung di kota ini. Yap, dari niat mereka yang mulia itu pun, dapat dijadikan lahan bisnis yang baru di kalangan anak muda. Dengan beberapa kali mereka memamerkan hasil karya mereka, karya mereka pun dilirik lalu dibeli oleh beberapa orang yang suka dengan karyanya. Ibaratnya, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Sumber dari www.recycleexperience.blogspot.com







