Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Burgerkill Angkat Bicara Tentang Venomous

09 May Posted by in For Profile | Comments
Burgerkill Angkat Bicara Tentang Venomous
 

Oleh: Mahardhika Utama

burgerkill my spaceAkhirnya…Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk lahirnya album teranyar Burgerkill yang diberi ngaran Venomous. Setelah melalui berbagai hal mulai dari perpisahan, pencekalan, regenerasi hingga berhasil menembus ranah musik internasional yang semuanya dilalui dengan cara yang tetap rock n’ roll, akhirnya album studio ke-4 Burgerkill pun rampung sudah.

Istimewa. Setelah diperdengarkan teaser dari album ini lewat media maya serta secara resmi diperkenalkan pula kepada awak media, maka istimewa adalah poin selanjutnya. Ini adalah album perdana Burgerkill pasca ditinggal pergi almarhum Ivan “Scumbag” yang meninggal beberapa saat sebelum album Beyond Coma And Despair (2006) resmi dirilis. Namun, perjalanan “kuat” Burgerkill terus berlanjut dan puncaknya (sejauh ini) disimbolisasi oleh rampungnya album terbaru mereka yang sebenarnya belum resmi dirilis namun telah mendapat banyak sanjungan dari beberapa pengamat musik nasional. “This is the new Burgerkill”, tegas Eben gitaris Burgerkill yang diamini oleh rekan-rekannya yang lain saat listening party album ini digelar pada Minggu (8/5).

Sesaat setelah acara itu usai, saya mencoba meminta keterangan tambahan dari masing-masing personil secara terpisah. Berikut catatan wawancara saya bersama vokalis Viki, gitaris Eben dan drummer Andris “Abah” (minus gitaris Agung dan bassist Ramdan) ditengah keramaian pasca acara listening party sekaligus perayaan ulang tahun ke-16 Burgerkill berlangsung.

Formagz: Ini adalah album perdana kamu bareng Burgerkill, bagaimana perasaanmu sekarang?

Viki: Finally…bisa beres juga setelah melalui proses-proses yang sangat berat.

Formagz: Bagian mana yang dirasa paling berat?

Viki: Prosesnya. Saya harus berbaur dulu sama anak-anak, harus mengenal dulu secara personal mereka seperti apa, cara kerjanya bagaimana. Saya harus masuk ke atmosfir anak-anak dan itu menjadi proses record yang lumayan berat untuk saya.

Formagz: Kalau untuk Abah sendiri apa yang terberat? Sempat cedera juga kabarnya?

Abah: Jadi ceritanya gini, dalam proses kreatif penggarapan lagu sekitar baru materi terkumpul 2 lagu, saya dapet musibah kecelakaan dan tangan kiri patah. Dokter menyarankan untuk istirahat selama 1 tahun. Setelah 4 bulan istirahat, karena gak sabar dan juga diberi support sama anak-anak akhirnya saya coba memaksakan latihan lagi, lalu coba take lagi sampai selesai dan alhasil tangan saya makin sakit haha. Sampai sekarang sebetulnya masih belum nyaman (bermain drum, red).

Formagz: Apa makna dibalik nama Venomous?

Eben: Begini filosofinya, target kita tidak untuk jadi band metal nomor satu di Indonesia, tapi kita pengen jadi band metal yang paling berbahaya di Indonesia, itulah kenapa album ini kami beri title Venomous.

Formagz: Biasanya warna album sebuah band banyak terpengaruh dari apa yang mereka dengar sebelumnya. Kalau referensi Burgerkill sendiri apa saja?

Viki: Apapun kita denger untuk album ini. Kita open minded untuk album ini dan semuanya punya pendengaran masing-masing dan kita komit untuk jadi satu untuk album ini. Saya sendiri banyak mendengar beberapa band Swedish Rock seperti Meshuggah, saya juga denger Slipknot dan banyak lagi.

Eben: Waduh kalau ngomongin referensi di Burgerkill itu yang paling sulit. Setiap orang dengerinnya beda-beda, pastinya setiap apa yang kita dengerin ketika itu kami rasa menarik untuk kita olah maka akan kita olah. Mulai dari jazz, world music sampai elektronik dan metal udah pasti, semua jadi referensi. Dan asyiknya lagu-lagu di album ini kebanyakan saya tulis spontan, ada beberapa lagu yang jadinya ketika kita tour, ada beberapa yang jadi di Australia, ada juga yang jadi di Malaysia ataupun saat tour di Jawa. Lebih spontan dan banyak yang jadi saat di jalan. Kita gak dengan sengaja konsentrasi di studio untuk bikin musik, karena kebetulan waktu itu Burgerkill-nya sendiri punya jadwal yang lumayan padat.

Formagz: Selain tentunya formasi, apa hal yang paling berbeda dari Venomous dengan Beyond Coma And Despair?

Eben: Ini lagu panggung semuanya. Lagu yang memang enak dan asyik dibawain diatas panggung, kita memang pengennya mentransformasi apa yang penonton lihat dan dengar ketika mereka nonton Burgerkill diatas panggung.

Andris: Untuk drum hampir sama aja, gak jauh beda sama sebelumnya. Tapi mungkin yang ini gak banyak basa-basi, kasarnya untuk album ini lebih maen hajar yang tentu disesuaikan dengan komposisi lagunya. Secara teknis mungkin album ini lebih banyak up beat-nya, banyak (ketukan, red) yang harusnya masuk dibawah, ini masuk diatas, itu juga yang terasa dominan di album ini.

Formagz: Bedanya vokal almarhum Ivan dengan Viki menurut Eben?

Eben: Viki range vokalnya lebih luas, dia lebih freestyle nyanyinya. Buat saya pribadi yang men-direct dia di studio pastinya lebih bebas untuk eksplorasi. Kalau Ivan itu punya karakter yang kuat, tapi range-nya tidak seluas Viki. Mungkin terasa kalau nanti didengarkan album ini, vokal Viki memang agak menonjol karena memang itu yang kita mau, tiap lagu Viki punya cara nyanyi yang berbeda. Itu salah satunya kenapa kita merasa album ini reborn, the new Burgerkill, kita menganggap ini suntikan baru yang segar di tubuh Burgerkill.

Formagz: Rencananya akan dirilis dimana saja dan oleh siapa?

Eben: Akan dirilis secara nasional di Indonesia dan Australia oleh Xenophobic Records kerjasama dengan Firestarter Distribution Australia.

Formagz: Ada rencana tour luar negeri lagi?

Eben: Insya Allah, kita baru confirm ikut tour 6 kota di Soundwave 2012 Australia.

Formagz: Kalau di Bandung sendiri kapan nih? Denger-denger susah perizinannya?

Eben: Hmm, susah sih enggak tapi mahal iya. Di Bandung kita memang jarang maen karena itu tadi, regulasi aturan-aturan yang memberatkan teman-teman penyelenggara acara untuk undang Burgerkill. Tapi so far diluar Bandung kita maen terus.

Formagz: Kesal gak dengan sistem itu?

Eben: Awalnya iya, tapi kita mikirnya ya nggak apa-apalah kalau memang belum waktunya kita maen di Bandung ngapain juga kita maen disini. Toh kalau pada saatnya yang diatas kasih izin maen, pasti maen kan. Rencana kita tanggal 2 Juli nanti, semoga lancar bakal bikin konser tunggal di Bandung. Tolong sampaikan saja informasinya ke temen-temen yang lain, mudah-mudahan lancar.

Formagz: Harapan kalian setelah album ini rilis?

Viki: Bisa lebih booming dan diterima sama temen-temen di seluruh dunia.

Andris: Mudah-mudahan album Venomous ini menjadi gerbang buat Burgerkill dan buat musisi-musisi metal lainnya untuk go international.

Semakin penasaran seperti apa sepenuhnya album Venomous ini? Siapkan diri kalian karena album ini bisa kalian dapatkan pada tanggal 11 Juni mendatang bertepatan dengan ajang metal bergengsi Bandung Berisik 2011. Mengutip kalimat yang ditulis Kimung, founder/ex-member Burgerkill, HAJAR TERUS JALANAN !!

(Ilustrasi gambar diambil dari http://www.myspace.com/burgerkillofficial)

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes