Interview by: Mahardhika Utama
Setelah hampir selama 4 tahun terakhir ini mengalami koma yang cukup panjang,Authority resmi R.I.P (1995 -2010),namun sebelum ajal menjemput,mereka telah mewariskan spiritnya kepada Anaking agar dapat terus melanjutkan perjuangan mereka!!So Metal/Hardcore Gamelan Rules tetap berlanjut!! (Yala)
Komunitas musik underground di kota Bandung tentunya sudah tidak asing lagi dengan band yang memadukan antara musik metal/hardcore dengan gamelan. Well, siapa lagi kalau bukan AUTHORITY, di Bandung bahkan Indonesia mungkin hanya band
beranggotan 9 orang ini yang berani memadukan kedua genre yang jelas-jelas berbeda itu. Kini Authority yang telah berusia 15 tahun itu resmi R.I.P alias bubar, namun kreatifitas dan spirit bermusik mereka tetap ada dengan melahirkan sebuah nama baru yaitu ANAKING. Formagz berkesempatan untuk langsung berbincang bersama Yala, salah satu founder dari Authority yang memutuskan untuk membuat band baru bernama Anaking. Berikut petikan kronologis lahirnya Anaking. Fasten your seatbelt dude!
Formagz: Saya lihat di status akun facebooknya mengatakan Authority ganti nama jadi “ANAKING”. Apakah benar begitu?
Yala: Ya 100 % benar
Formagz: Kenapa harus ganti nama? Apakah nama Authority dianggap kurang berhasil?
Yala: Iya memang itu juga haha…Jadi begini ceritanya, semua personil Authority itu kan udah jadi working class (pekerja), Ogie, Kevin dan beberapa lainnya malah sebagian hidupnya di ibu kota. Makanya jangankan untuk latihan, untuk kumpul, hang out atau ngobrol aja udah susah. Dari situ udah mulai kerasa si Authority itu di ambang kebubaran dan kita juga sempet mikir ya udah lah di bubarin aja. Setelah ada waktu untuk kumpul semua akhirnya disepakati untuk diterusin aja karena dipikir-pikir sayang juga dengan konsepnya udah bagus (memadukan metal/hardcore dengan gamelan). Dari semua personil yang bisa nerusin ini ya cuma saya karena saya satu-satunya yang memang menentukan hidup di musik. Tapi kan yang punya nama Authority ini bukan saya aja, akhirnya disepakati untuk ganti nama jadi “Anaking”.
Formagz: Terdengar sangat sundanis, dari sekian banyak kosa kata bahasa Sunda kenapa harus Anaking? Apa udah dapet wangsit, mimpi atau konsultasi Fengshui sebelumnya?
Yala: Iya sengaja memang biar berbau sunda. Ada beberapa alesan sih sebenernya, pertama kayanya dari segi Fengshui nama Authority kurang bagus kayanya hahaha. Kedua, udah banyak band yang pake nama Authority di luar negeri , malah di Jakarta aja ada band yang pake nama Authority. Ketiga ya itu tadi biar berbau Indonesia/Sunda. Lagian kita kan memang dari awal pengen coba go international, sempet diskusi sama temen-temen di luar negeri ternyata sambutan mereka untuk nama Anaking cukup bagus karena dianggap mudah untuk diucapkan dan gampang diinget.
Formagz: Nama Anaking itu sendiri diambil dari mana?
Yala: Anaking itu diambil dari perkawinan antara Uncle King dari California sama Bi Anah dari Kali Cimanuk haha intinya mah perkawinan antara barat dan timur. Lagian kita kan memang dari awal pengen coba go international, sempet diskusi sama temen-temen di luar negeri ternyata sambutan mereka untuk nama Anaking cukup bagus karena dianggap mudah untuk diucapkan dan gampang diinget.
Formagz: Bagaimana dengan konsep musik?
Yala: Konsep musik gak jauh beda sama Authority, tapi beda sama Authority. Kita tetap memadukan rock sama gamelan. Kalo di Authority dulu lebih fokus sama metal/hardcorenya, kalo di Anaking metal/hardcore sama gamelan itu cuma kendaraan aja. Selebihnya mah lebih luas, bisa ada jazznya, bossasnya, dll.
Formagz: Kalo mau di istilahkan, apa istilah untuk genre musik dari si Anaking ini?
Yala: Saya coba istilahkan dengan Crossover kali ya
Formagz: Oh ya, tadi sempet bilang yang bisa meneruskan musik ini cuma anda. Jadi siapa aja personil Anaking?
Yala: Personilnya cuma berdua, saya sama Upay. Sisanya additional. Sengaja kaya gitu biar kita gak ribet aja, semakin banyak orang semakin riweuh.
Formagz: Karena nama adalah doa, apa doa Anaking ke depan?
Yala: Semoga Anaking jadi raja. Kan aya king na pan tah, haha tapi bukan raja yang Ian Kasela itu ya. Selain itu kita juga pengen Anaking ini bisa menyampaikan message lewat musiknya. Musik tradisi itu jangan sampai ditinggalkan atau bahkan diremehkan. Lewat Anaking ini kita pengen nunjukin alat musik tradisi itu bisa keren. Kita gak boleh lupa sama identitas budaya sendiri. Aneh kan, giliran udah dicuri negeri orang baru aja pada riweuh. Tapi kalo gak ada ada kaya gitu mah gak ada yang inget sama budayanya. Intinya jangan gengsi sama alat tradisi.
Well, mudah-mudahan dengan nama Anaking, musik di Indonesia menjadi lebih berwarna. Mudah-mudahan juga dapat memotivasi Forfriend dan masyarakat Indonesia untuk lebih sadar akan apa yang sebenarnya dimiliki dan sadar akan identitas bangsanya.








maju terus yala…… maju terus formagz…. mantapz
Terima kasih pa doni…Maju terus juga Goodboy Badminton, dll. Sukses!
edankeun lah kang tp maen tambah banyakin!
gemparken music hadcore vs gamelan & banyakin maen
Sayang harus bubar.. padahal bisa jadi band hardcore khas indonesia dgn gamelanya
anakku dua, cowo semua…..namanya anaking, kok bisa sama sih hehehehe, anakku usianya 8 dan 7 tahun……..sukses buat anaking….
Not to quibble, but the earth has been anmriwg, ice has been melting, and the sea level rising since the last glacial *maximum* about 20,000 years ago.The rate of sea level rise averaged 1.4 cm/yr from 13,000 to 6,000 BCE. Fortunately, it then slowed dramatically and has risen only about 5 meters in the last 6,000 years (avg 0.08 cm/yr), mostly because almost all of the ice caps are now gone.