Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

May Day Sebagai Refleksi

01 May Posted by in Berita Utama, For Headline | Comments
May Day Sebagai Refleksi
 

K72QQ0NhU4

Oleh: Rama Gustamar

1 Mei seperti biasanya dijadikan momen penting bagi para buruh untuk merayakan hari buruh internasional. Kurang lebih puluhan sampai ratusan ribu para demonstran di seluruh Indonesia yang tergabung dalam berbagai aliansi serikat pekerja, mahasiswa, dan sebagainya. Mayoritas para demonstran turun ke jalan untuk menyuarakan segala tuntutan dan aspirasi yang ditujukan untuk pemerintah setempat. Di Bandung sendiri terjadi demonstrasi dengan massa yang cukup masif yang berpusat di Gedung Sate dan demonstrasi pun terbilang berjalan tertib dan kondusif.

May Day, ternyata masih menjadi hari perayaan bagi kaum buruh di Indonesia yang bukan saja menjadi ritual tiap tahun bagi kaum buruh tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyuarakan berbagai tuntutan ke arah kesejahteraan yang lebih baik. Berbagai tuntutan hampir serupa dari tahun ke tahun yaitu menuntut kenaikan upah, meminta perbaikan jaminan kerja, serta memprotes kebijakan-kebijakan yang dinilai memberatkan kaum buruh. Pada dasarnya semua tuntutan menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan dan kenyamanan buruh dalam bekerja. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa tuntutan di tahun-tahun sebelumnya ternyata belum juga terpenuhi.

Jika setiap perayaan May Day yang dibarengi demonstrasi kita refleksikan, maka timbul beberapa pertanyaan yaitu adakah perubahan setelah tuntutan-tuntutan tersebut diorasikan, ataukah perayaan tersebut hanya sebatas ritual kaum buruh setahun sekali yang cenderung bersifat “rame-ramean dan ikut-ikutan saja” dan setelah perayaan berakhir lalu mereka tidak sadar jika tuntutan tersebut tidak digubris sama sekali. Sama saja melakukan hal yang percuma dan membuang-buang waktu dan tenaga, bukan? Tentunya pengamatan pra dan pasca May Day harus dilakukan dengan serius. Bagaimanapun buruh juga manusia yang butuh hak yang layak untuk hidup dan tentunya menginginkan sesuatu yang setimpal dengan apa yang mereka kerjakan. Karena jika melihat kenyataan kehidupan buruh terbilang jauh dari sejahtera. Jangankan kebutuhan sekunder dan tersier terpenuhi, untuk kebutuhan primer pun hanya terpenuhi dengan pas-pasan. Belum lagi resiko-resiko yang diterima seperti di PHK tanpa diberikan pesangon dan sulitnya lagi mencari pekerjaan yang serupa dikarenakan usia yang tidak lagi  produktif untuk bekerja.

Jika merunut dari beberapa pendapat dan pandangan yang mengatakan bahwa demonstrasi buruh dalam Hari Buruh di Indonesia adalah manifestasi dari ideologi komunis yang berpotensi untuk melawan dan menjadi cikal bakal komunisme, saya kurang setuju. Karena jika diperhatikan selama ini May Day di Indonesia terbilang kondusif dan tidak ada unsur anarkis sampai ke arah destruktif seperti aliran Marxisme yang diisukan cenderung melawan kebijakan dengan menghalalkan segala cara. Selama ini para buruh hanya sebatas memprotes dan menuntut haknya bukan melawan sebagaimana ideologi komunis. Namun tidak dipungkiri kelahiran May Day adalah salah satu tujuan besar komunisme untuk melawan kapitalisme yang sudah menggurita. Disini pemerintah sangat berperan untuk mengontrol dan membentengi kemungkinan-kemungkinan bangkitnya komunisme di Indonesia yang bersembunyi di balik barisan para kaum buruh. Hal ini juga harus dibarengi dengan pemenuhan segala tuntutan kaum buruh agar tidak ada lagi demonstrasi-demostrasi seperti ini, dan kalaupun May Day masih diperingati ya baiknya dalam rangka merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh dan tentunya tanpa demonstrasi yang kemudian bisa dialihkan dengan kegiatan bakti sosial dan semacamnya. (Ilustrasi foto diambil dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes