Keputusan Formagz menghabiskan malam Minggu (17/4) di Kota Bandung adalah pilihan yang tepat. Cuaca yang sedang sejuk bersahabat terlebih lagi dengan disuguhi hiburan menarik yang menambah malam kami menjadi sempurna. Hiburan itu datang dari konser launching album milik HOMOGENIC dan HOLLYWOOD NOBODY. Konser yang diprakarsai oleh Fast Forward (FFWD) Records ini mengambil tempat di venue Dago Tea House untuk memperkenalkan album dari Homogenic dan Hollywood Nobody yang albumnya dirilis oleh FFWD Records. Sejak jauh-jauh hari promo mengenai konser ini gencar terdengar terutama di dunia maya, selain itu single dari dua group ini juga semakin sering diputarkan di radio-radio sehingga menyebabkan rasa penasaran yang cukup besar bagi para penikmat musik kota Bandung dan tentunya para fans dari Homogenic dan Hollywood Nobody. Album dari kedua band ini memang sangat ditunggu. Homogenic terakhir mengeluarkan album keduanya yang bertitle “Echoes The Universe” pada 3 tahun yang lalu, sedangkan Hollywood Nobody sejak kemunculannya pada tahun 2005 sama sekali belum mengeluarkan album selain album kompilasi seperti La Indie Fest Vol. 1. Penasaran seperti apa konser launching album dari dua group ini? This is the review for you…
Hollywod Nobody; Everything Happen For A Reason
Launching album pertama Hollywood Nobody yang punya ngaran Everything Happen For A Reason ini terasa sangat spesial karena
album ini merupakan rangkuman dari perjalanan Hollywood Nobody selama 5 tahun berkarya. Hollywood Nobody sendiri didirikan pada tanggal 29 September 2005 yang digawangi oleh Dian Safitri Irawan (vocal), Romy Febriansyah (guitar), Irma Wahyuni aka Iru (keyboard), Luthfi Erizka (drum) dan Dendy Revolusi (bass). Band yang mengusung musik bossanova dengan sentuhan acoustic dan synthisizer ini memulai debutnya di ajang Indiefest dan berhasil menjadi salah satu finalisnya. Kini band ini berhasil merampungkan full album pertamanya dibawah FFWD Records dan salah satu label indie berpengaruh di negeri gingseng Korea. Beruntung bagi publik Korea karena disana album Everything Happen For A Reason ini jumlah tracknya lebih banyak daripada di Indonesia, Korea mendapatkan 14 track sedangkan di Indonesia hanya 12 track.
“Sebenarnya stock lagu kami ada 14 dan untuk di Indonesia kami mensortir lagu mana saja yang akan masuk ke album. Sedangkan untuk Korea kami males untuk memilh lagi, jadi ya dimasukin aja semuanya” kata Dian yang ditemui saat press confrence sebelum konser dimulai. Konser launching album Hollywood Nobody ini sendiri dimulai pukul 8.30 malam, mundur 2 jam dari jadwal semula. Tampil dengan stelan rapi Romy dkk membuka penampilan dengan dua lagu sekaligus termasuk nomor manis berjudul Ballad of A Hero yang terdengar tetap manis ditengah beberapa gangguan sound system. Dilanjut dengan Into Hate, lagu yang sudah cukup sering dibawakan di tiap penampilan mereka ini dibawakan dengan unjuk gigi skill para personil yang cukup memukau para penonton. Nyaris tak terlihat space kursi kosong saat penampilan band yang baru saja menjadi salah satu pembuka dari duo asal Norwegia, King of Convenience. Dalam penampilannya malam itu Hollywood Nobody dibantu oleh backing vocal Ay dari band Baby Eats Cracker dan Ucay Alone At Last yang tampil pada lagu Secret Nobody Knows. Selain itu dalam konser yang juga dihadiri orang tua dari para personil ini, Hollywood Nobody memperkenalkan lagu-lagu dalam album ini seperti The Boy And a Guitar, Woe To You Lover, I Write This Song For You, Love Me, Theories, dan No Excistense Could Be Harder. Tidak lupa Dian mempromosikan album ini dan menganjurkan para penonton untuk membeli album yang merupakan rangkuman perjalanan 5 tahun Hollywood Nobody. Nomor yang ditunggu para penonton adalah cover version dari The Cure, ya band ini memang mengaransemen ulang lagu Love Song milik The Cure. Walaupun aransemen lagu ini diacak-acak menjadi jazzy dan cozy para penonton terlihat sangat menikmati dengan ikut bernyanyi. Suasana cozy benar-benar dibangun oleh Hollywood Nobody yang membuat penonton serasa berada di candle light dinner bersama pasangan. Entah karena terlalu menikmati cozynya suasana konser ini atau kenapa, beberapa penonton terlihat bosan dan mengantuk. “Wah, gue serasa di nina boboin nih” kata salah seorang penonton yang duduk di sebelah Formagz. Beruntung sebelum mereka tertidur, Hollywood Nobody menutup penampilan mereka dengan single pertamanya yang berjudul Telescope. Lagu ini berhasil menaikan tempo dan membuat akhir yang cukup manis walaupun kurang terasa klimaks. Hollywood Nobody sent their 5 years music experience into “Everything Happen For A Reason” and the concert last night was a good reason to buy their album. Berminat?
Homogenic; Let A Thousand Flowers Bloom
Sekitar pukul 10 malam dua wanita cantik yang dikawal beberapa pria dibelakangnya muncul di atas panggu
ng. Mereka adalah Homogenic yang akan segera memperkenalkan album ketiga mereka yang bertajuk Let A Thousand Flowers Bloom. Banyak kejutan di album Homogenic kali ini, kejutan yang paling menonjol adalah formasi mereka yang berubah. Ya, Risa Saraswati yang sejak Homogenic didirikan pada tahun 2002 dan kita kenal sebagai vokalis utamanya kini digantikan oleh wanita cantik bernama Amandia Syachridar. Keluarnya Risa pada Oktober 2009 lalu dikarenakan oleh perbedaan visi tentang masa depan dia dengan Homogenic. Sedangkan Amandia yang biasa dipanggil Manda sebelumnya dikenal melalui karyanya bersama Andezzz, selain itu Manda juga merupakan salah anggota choir group yang pernah memenangkan festival musik di Korea beberapa waktu lalu. Keluar dan masuknya personil baru di tubuh Homogenic tidak menghambat kreativitas dan hasrat mereka untuk kembali berkarya, dan dengan semangat yang besar pula album ketiga mereka Let A Thousand Flowers Bloom akhirnya rampung dibawah FFWD Records. Album ini menjanjikan warna baru dari segi musikalitas dan memberikan harapan baru melalui nada yang bernuansa optimis dan positif, pada album ini juga berisikan sebuah kampanye “Hope and Change” yang menjadi isu penting di dunia saat ini. Pada album ini pun Homogenic melibatkan 12 penulis yang membuat cerita pendek bertema “Hope and Change” yang diambil dari kumpulan lirik lagu di album ini.
So, how was the show? Diatas panggung venue Dago Tea House Homogenic langsung menyapa penonton dengan Utopia yang diambil da
ri album terdahulu mereka. Penonton langsung menyambutnya dengan tepuk tangan riah, bahkan terlihat lebih meriah dari sambutan penonton pada penampilan band sebelumnya. Tanpa bermaksud mengecilkan atau menganak tirikan Hollywood Nobody yang tampil sebelumnya, penonton memang terlihat lebih menunggu penampilan band electronic pop ini. Uniknya, konser launching album Homogenic ini merupakan debut dari Manda tampil dihadapan banyak orang bersama Homogenic. Kembali ke atas panggung Homogenic, juga terlihat pemandangan yang cukup menarik perhatian para penonton yaitu kehadiran dari pria bertampang sangar dibalik set drum. Ya, pria itu adalah Gebeg seorang drummer dari beberapa band cadas di kota Bandung. Kehadiran Gebeg yang belakangan ini juga dikenal sebagai penyiar kocak di salah satu radio swasta di Kota Bandung membuat para penonton beberapa kali meneriakan nama Gebeg yang disambut dengan senyum ramah dari pria dibalik drum ini. Terlibatnya Gebeg dalam album Let The Flowers Bloom ini cukup berpengaruh pada warna musik Homogenic yang terdengar lebih cheerful dan optimis, jauh dari unsur gloomy dan hopeless seperti pada album mereka sebelumnya. Lagu berjudul Radio dari album baru langsung diperkenalkan yang tanpa banyak basa-basi langsung disambung ke lagu berikutnya, Am I. Setelah itu Dina sempat menyapa penonton masih dengan echo voice dari microphonnya, sang icon ini kemudian memperkenalkan Manda sebagai vokalis baru Homogenic. Tak bisa dipungkiri kehadiran Manda benar-benar mencuri perhatian penonton malam itu. Lagu-lagu baru mereka seperti Destiny, Something I Can’t Hide, Happy Without You, Is It Love, Weaping Mother Earth, Surrealism, dan I’ll be Yours dibawakan dengan manis yang dipadukan dengan gerakan-gerakan tubuh yang minimalis namun elegan. Karakter suara Manda ini memang cukup berbeda dengan Risa, dan sekali lagi kehadirannya membawa warna baru bagi Homogenic.
Homogenic kembali membawa para fansnya untuk kembali ke album mereka sebelumnya dengan membawakan lagu berjudul Yang Terpisah dari album Echoes of Universe dengan aransemen baru yang lebih up beat. Penonton pun menyambutnya dengan turut bernyanyi pada lagu ini. Setelah itu Homogenic melanjutkan release party mereka dengan membawakan single pertama dari album barunya yang berjudul Seringan Awan. Lagu ini merupakan salah satu lagu di album ketiga yang masih memiliki kemiripan karakter dengan musik mereka di album sebelumnya. Tak lupa Homogenic mempersembahkan satu lagu untuk vokalis terdahulu mereka, Risa yang juga hadir malam itu dengan lagu yang ditulis Risa berjudul Senja Berganti. “Risa itu penulis lagu yang hebat, semoga Risa sukses dengan solo projectnya, Go Risa Go Risa Go” kata Dina dari atas panggung. Setelah itu mereka menutup dengan lagu berjudul Sampai Jumpa. Namun seperti menyadari kultur klasik di setiap konser yaitu penonton meneriakan kata We Want More ketika sang artis menyudahi penampilannya, Homogenic pun kembali ke panggung dan langsung membuat encore klimaks dengan lagu dari album terdahulu berjudul Transmutasi sambil memperkenalkan semua personil dan additional player yang menunjukkan skill masing-masing, seperti Gebeg misalnya yang mengeluarkan karakter metalnya saat nama dia diperkenalkan. Dan setelah itu konser pun benar-benar berakhir. Bila dipersingkat, review panjang lebar ini akan menjadi satu kata yaitu: MEMUKAU! (Words by Mahardhika Utama, Photos by Rizki Rahadiyan)









dapet pertamax
konser malam itu ditonton juga ama anaknya sang vokalis hollywood nobody yang masih berumur 1 tahun.
dina makin imoet cuy