Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Bandung Drums Day 2011 “Ajang Pengakuan Drummer Tanah Air”

05 Dec Posted by in For Event | Comments
Bandung Drums Day 2011 “Ajang Pengakuan Drummer Tanah Air”
 

Oleh: Rama Gustamar

Setelah tahun lalu Bandung Drums Day (BDD) sukses digelar dengan menuai banyak pujian, tahun ini gelaran serupa kembali digelar pada Sabtu (30/11) di tempat yang sama yaitu di Sasana Budaya Ganesha.

Kesuksesan event tahun lalu tak lantas membuat penggagas tidak memberikan sajian yang berbeda di tahun ini. Meski konsep yang diusung kali ini hampir sama dengan tahun kemarin, namun ada beberapa sesi tambahan yang memberi varian sendiri di gelaran Bandung Drums Day 2011, misalnya Girl Drum Drum Battle, Rock Meet jazz dan Father vs Son yang pastinya membuat penasaran para penonton yang sudah menanti-nanti selama satu tahun ini. “Diharapkan Bandung Drums Day kali ini tidak hanya sebatas ajang menunjukan kebolehan para drummer, namun ada nilai edukasi dan nilai entertain yang diharapkan mampu memberikan ilmu dan kepuasan bagi para penonton, ungkap Pepep ST12 pada konferensi Pers di Hotel Hyatt sehari sebelum acara dimulai.

Jejeran drum set para drummer kenamaan Indonesia khususnya kota Bandung menyambut para pengunjung di depan pintu masuk Sabuga. Drum set ini sengaja dipajang dari awal hingga akhir acara untuk menunjukkan jenis drum apa yang digunakan dan bagaimana set favorit para drummer ternama di Indonesia. Sebutlah Tomtom (The Titans), Aries (Garasi), Leon (Koil), Erick (The Changcuters), Baim (Kangen Band), Adi (Drive), Athink (Alone At Last), Fajar (Danger Ranger), Ozom (Rocket Rockers) dll, semuanya memiliki set yang unik sesuai selera masing-masing. Tentunya kesempatan itu tidak dilewatkan para penonton untuk sekedar foto di depan drum set drummer kesayangannya. Dari drum set yang paling lengkap dan rumit sampai paling simple, mengisi tempat sepanjang venue Bandung Drums Day 2011.

Sesi yang tidak berbeda dari tahun sebelumnya adalah penampilan solo drummer yang dipilih panitia Bandung Drums Day, karena memang pantas dan layak untuk memainkan satu set drum dengan cara yang unik dan sesuai dengan karakter musiknya masing-masing. Fajar Satriatama (Edane), Excel Mangare, Aries (Garasi) dan Sepsa (Icha) memanfaatkan setiap set drumnya untuk menumpahkan perasaan serta skill yang sesuai dengan musik yang dijalaninya selama ini. Sepsha yang tampil selepas Maghrib memberikan sajian mengagumkan dengan membawakan Orang Basah milik Harry Roesli yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, namun dapat dimainkan dengan baik bahkan ditambah improvisasi semacam odd time signature yang mengagumkan. Sementara Andyan Gorust (Dead Squad) menjadi satu-satunya wakil dari divisi metal yang bermain pada solo drum membuka acara dengan penuh power dan speed yang luar biasa. Mantan drummer Siksa Kubur ini tidak memberi ampun telinga para penonton dengan hyperblasting, speed rolling, dan ketukan yang sangat rapat pada double bass drumnya. Satu lagi yang menarik dari sesi solo drum kali ini adalah penampilan “anak ajaib” yaitu Ray Prasetya jebolan Idola cilik yang sempat membuat tercengang para penonton. Siapa sangka di umurnya yang masih 14 tahun itu mampu membawakan nomor-nomor dari master of progressive metal, Dream Theater yang terkenal rumit. Selain itu di bagian penampilan tanpa iringan lagu minus one, ia menunjukkan permainannya yang sangat apik dan tertata rapi baik kekuatan pukulan, tempo maupun stamina. Lewat permainannya secara tidak langsung memberi pesan kepada para penonton yang mayoritas dewasa agar jangan pernah meremehkan kemampuan anak kecil.

Siapa bilang drum hanya untuk kaum adam? Di sesi  Girl Drum Battle, Windy Samantha, Dita D’Bandhits dan Ocky Littlequeen menunjukkan kebolehannya dalam komposisi permainan yang serentak, beriringan maupun berganti-gantian. Penampilan Windy dengan background musik Pop dan Dita-Ocky dengan background musik rock tidak kalah mumpuni dengan drummer pria dalam hal skill, speed dan stamina. Siapa sangka lagi, para wanita seksi ini justru terlihat sangar jika dihadapkan dengan drumnya.

Banyak kejutan pada gelaran Bandung Drums Day pada kali ini. Selain anak ajaib dan para wanita-wanita seksi tadi, Eno Gitara penggebuk drum band Netral juga turut hadir meramaikan panggung dan pastinya mengejutkan para penonton yang hadir. Pasalnya, Eno tidak ada dalam line up pada gelaran kali ini. Dan juga pada tahun lalu ia tidak bisa bermain dikarenakan jadwal panggung Netral yang cukup padat. Dengan ciri khas permainan punk ala Netral, Drummer yang identik dengan piercingnya ini, lebih banyak memainkan Snare dan Hi-hat dengan pukulan yang tegas namun tidak membosankan. Sayang, ia tidak bisa lama-lama menghibur penonton, karena Ia harus segera bergabung dengan Netral di tempat lain.

Di Rock meet Jazz, penampilan Herman. (ex.jamrud), Q-we (Kapten), Dany Irjayana (Gaspol Alive) dan Herwin Parta menunjukkan bahwa musik jazz dan rock ternyata bisa bersatu padu membuat ketukan irama yang enak didengar. Dengan diiringi instrumen lainnya, mereka berempat sempat membawakan tembang rock 90’an yaitu Putri, dari Jamrud. Vokalnya sendiri dinyanyikan langsung oleh Herman yang sekaligus memainkan drumnya, sayang audio mic tidak sempurna yang menyebabkan nyanyian Herman tidak terdengar jelas. Tapi kalau soal skill individu mereka berempat, sudahlah jangan ditanya.

Di sesi lainnya, Metal vs Punk yang juga ada pada tahun kemarin, sekarang diisi oleh Uus (Aftercoma), Gebeg (Homogenic), Azi( Goodboy Badminton) dan Ijan (Close Head). Tidak berbeda dengan Girl Drum Battle dan Rock Meet Jazz, pertama mereka tampil sendiri-sendiri dengan diiringi lagu bandnya masing-masing kemudian, tampil solo tanpa iringan lagu, dan tampil serentak dengan kompak membuat sebuah harmonisasi yang memberi kepuasan bagi pecinta Metal dan Punk. Menariknya, mereka masih muda-muda, berskill tinggi dan pastinya mereka semua adalah drummer asli dari Bandung.

Orang tua selalu ada dibelakang kesuksesan anak-anaknya, dalam hal ini sebagai drummer. Peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya mungkin adakalanya benar. Hal ini yang menjadikan penyelenggara mengadakan satu sesi dimana ayah dan anak untuk beradu skill dihadapan penonton Bandung Drums Day 2011. Untuk sesi pertama Yaya Muktio (Godbless) dan Rama Muktio (ex.Ada band) yang notebene berbeda zaman ini menunjukkan kebolehannya dengan background musiknya masing-masing. “Saya memang sudah tidak muda lagi, tapi untuk urusan main drum diatas panggung, sudah menjadi darah daging, ungkap Yaya sebelum duduk di depan drumnya seraya membuka perang urat syaraf dengan putranya sendiri. Begitu juga halnya dengan Jelly Tobing (ex. Barata) yang berduel dengan anaknya Ikmal Tobing (TRIAD). Meskipun kalah dalam hal speed dan stamina dengan Ikmal, Jelly Tobing yang sudah berkepala enam ini tetap mengundang riuh tepuk tangan penonton karena permainannya yang masih bisa nge-rock. Bahkan ia hadir membawakan nomor rock legendaris, Kehidupan milik God Bless.

Seperti tahun sebelumnya, Life Achievment juga diberikan kepada sosok yang sangat berkontribusi besar dalam seni musik di tanah air. Kali ini yang berhak mendapatkan penghargaan ini adalah Alm. Harry Roesli dan Alm. Elfa Secioria. Plakat penghargaan ini diberikan dan diwakili oleh anak-anaknya. Sosok mereka, karya mereka, kontribusi mereka akan selalu diingat oleh pecinta musik tanah air.

“Bagus banget, Bandung yang terkenal kota musisi ini ternyata mampu membuat event tahunan yang berbeda dari biasanya, yang dimana  sebuah kesempatan juga untuk pengakuan para drummer yang biasanya berada di paling belakang. Harapan saya sih, BDD tahun depan bisa mengundang drummer ternama dari luar negeri, Lars Ulrich atau Mike Portnoy misalnya. Biar kita bisa menyerap langsung ilmunya, ungkap Aries (Garasi) setelah unjuk gigi di panggung utama. Pagelaran tahunan yang sukses dan sangat positif jika melihat ribuan penonton yang antusias menyambut aksi para drummer yang bermain pada Bandung Drums Day 2011. Meski format gelaran kedua Bandung Drums Day ini tidak jauh berbeda dengan yang pertama, nyatanya gelaran ini mampu menyedot perhatian publik Bandung baik drummer maupun bukan, toh banyak diantara penonton yang sebetulnya tidak mengerti drum namun tetap antusias menyaksikan gebukan-gebukan drummer tanah air  ini hingga usai. Bravo, Indonesian Drummers!! 

Photos by. Rizki Rahadiyan

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes