<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FORMAGZ.com</title>
	<atom:link href="http://formagz.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://formagz.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 05:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bandung Berisik Siap Menghajar Telinga Mulai Jumat Esok</title>
		<link>http://formagz.com/for-headline/bandung-berisik-siap-menghajar-telinga-mulai-jumat-esok</link>
		<comments>http://formagz.com/for-headline/bandung-berisik-siap-menghajar-telinga-mulai-jumat-esok#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 05:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2626</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mahardhika Utama Boom!! Bandung Berisik MMXII &#8220;Maximum Aggression&#8221; akan segera menghajar telinga publik musik Kota Bandung mulai Jumat (18/5) dan Sabtu (19/5). Bertempat di Lanud Sulaiman di selatan Kota Bandung, pengikut sekte rock siap dimanjakan suguhan bergizi dari 60 band racikan dalam negeri. Semangat keragaman dan kultur inklusif coba ditonjokan di hajatan tahun ini. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-headline%2Fbandung-berisik-siap-menghajar-telinga-mulai-jumat-esok"><br />
				<img class="dtse-img dtse-post-2626" src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-headline%2Fbandung-berisik-siap-menghajar-telinga-mulai-jumat-esok&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><em>Oleh: Mahardhika Utama</em></p>
<p style="text-align: justify;">Boom!! <strong>Bandung Berisik MMXII &#8220;Maximum Aggression&#8221;</strong> akan segera menghajar telinga publik musik Kota Bandung mulai Jumat (18/5) dan Sabtu (19/5). Bertempat di Lanud Sulaiman di selatan Kota Bandung, pengikut sekte rock siap dimanjakan suguhan bergizi dari 60 band racikan dalam negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Semangat keragaman dan kultur inklusif coba ditonjokan di hajatan tahun ini. Jika di tahun-tahun sebelumnya, lebih banyak berkutat di sub genre rock semisal metal, punk dan hardcore, maka tahun ini akan lebih variatif.  &#8221;Tak ada genre tertentu, walaupun pakemnya masih rock. Genre itu ya buatan musisi dan teman-teman media ini,&#8221; ujar Kimung salah satu orang dibalik Bandung Berisik pada jumpa pers yang digelar Selasa (15/5) di Common Room Jalan Kyai Gede Utama no 8 Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Bandung Berisik tahun ini berusaha mengakomodir para musisi lokal lintas genre untuk turut unjuk taring di gelaran yang pertama kali lahir tahun 1995 ini. Sebut saja <strong>The S.I.G.I.T</strong> dari divisi Rockabilly, <strong>CloseHead</strong> yang mewakili unit pop punk, ataupun <strong>EyeFeelSix</strong> dari ranah hip-hop, dan lainnya. Selain local heroes Bandung semisal <strong>Burgerkill</strong>, <strong>PAS Band</strong>, <strong>Alone at Last</strong> ataupun <strong>Koil</strong>, akan tampil juga band-band dari luar kota Bandung seperti <strong>Dead Squad</strong> (Jakarta), <strong>Down For Life</strong> (Solo), serta sejumlah talenta dari kota lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pasti tak ada band mancanegara di Bandung Berisik MMXII. Meski trend showbiz tanah air belakangan ini ada kecenderungan untuk memikat massa dengan menempatkan musisi mancanegara, <strong>Atap Production</strong> sebagai organizer Bandung Berisik malah mengundang media asing untuk meliput para jagoan-jagoan lokal ini. &#8220;Berada di <em>grassroots</em>, kita gak ingin jadi manusia-manusia instan, justru kita pengen band-band lokal disejajarkan dengan band luar. Kita mengundang media luar  untuk menggaungkan musisi lokal di kancah dunia,&#8221; ungkap Yayat Achdiyat yang merupakan salah satu penggagas event Bandung Berisik pada tahun 1995.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari tahun ke tahun, gelaran Bandung Berisik kerap menetaskan rekor penonton yang terus bertambah. Namun tingginya animo dan besarnya komunitas musik di kota yang katanya kota kreatif itu berbanding terbalik dengan atensi pemerintahnya. Hal yang paling mudah disoroti adalah tak adanya tempat atau arena representatif di pusat kota untuk menggelar event musik dan kegiatan berkesenian lainnya. Bandung Berisik tahun lalu bahkan digelar di Cimahi dan kini di Lanud Sulaiman yang cukup jauh dari pusat kota.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pemerintah mendukung dengan doa, tanpa ada atau dukungan mereka kita jalan,&#8221; ujar Giovitano dari Atap Production. Namun meski begitu ia pun tak menampik peran pemerintah kota dan aparat keamanan yang setidaknya telah memberikan perizinan Bandung Berisik yang diproyeksikan sebagai festival tahunan yang bisa dijadikan salah satu daya tarik wisata.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tenang, tak perlu birokrasi berbelit untuk bersenang-senang di Bandung Berisik MMXII. Dengan merogoh kocek Rp 70.000 gelaran ini sudah bisa dinikmati full selama 2 hari. Uniknya, kalian diperbolehkan menggelar tenda alias kemping di venue Lanud Sulaiman bak Woodstock di Amerika. Dan, jika di konser musik biasa penonton tak diperkenankan membawa kamera, maka kali ini kalian bebas mengabadikan dan menyebarluaskan setiap moment di Bandung Berisik Maximum Aggression ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, selamat bersenang-senang dan tetap jaga ketertiban untuk membuktikan skena musik kota Bandung jauh dari kata ricuh dan tidak aman. <em>See ya at the pit, rockers!!</em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2626_permalink = 'http://formagz.com/for-headline/bandung-berisik-siap-menghajar-telinga-mulai-jumat-esok';
			dtsv.dtse_post_2626_title = 'Bandung Berisik Siap Menghajar Telinga Mulai Jumat Esok';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-headline/bandung-berisik-siap-menghajar-telinga-mulai-jumat-esok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolektivitas From Us to Us</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/kolektivitas-from-us-to-us</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/kolektivitas-from-us-to-us#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 07:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2613</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Taufik Rahadian Peluh keringat dan riuh rendah suara nyanyian manusia menjadi kolaborasi yang sulit dilupakan saat kolaborasi apik Alone at Last* bersama sejumlah musisi membawakan lagu berjudul Takkan Terhenti Disini. Dida (C.U.T.S), Davit (Stereoplain), Boling (Gloria), Ami (C.U.T.S), Koko (No More Heroes), Ogep (Scared Of The Light) dan Firman (Goodboy Badminton) menjadi personil tambahan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fkolektivitas-from-us-to-us"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fkolektivitas-from-us-to-us&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh: Taufik Rahadian</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-2615 dtse-img dtse-post-2613" style="margin: 10px;" title="fromustous (2)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-2-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" />Peluh keringat dan riuh rendah suara nyanyian manusia menjadi kolaborasi yang sulit dilupakan saat kolaborasi apik <strong>Alone at Last*</strong> bersama sejumlah musisi membawakan lagu berjudul <em>Takkan Terhenti Disini.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dida (C.U.T.S), Davit (Stereoplain), Boling (Gloria), Ami (C.U.T.S), Koko (No More Heroes), Ogep (Scared Of The Light) dan Firman (Goodboy Badminton) menjadi personil tambahan Alone at Last* malam itu. Sementara mereka bernyanyi, Yas Budaya justru turun ke moshpit sambil memberi tos ke satu persatu penonton malam itu. Pemandangan spesial itu hanya ada di gig bernama <em>From Us To Us</em> yang digelar Sabtu (14/4) di Lucky Skate Park Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Do It Yourself!! </em>Itulah kata yang terlintas ketika menyaksikan <strong>From Us To Us</strong>. Semangat kolektivitas sangat terasa di dalam acara yang katanya digelar dengan persiapan hanya 2 minggu saja. Dari tema yang diambil pun &#8220;From Us To Us&#8221; seakan menegaskan bahwa acara ini bisa terlaksana tanpa harus menunggu bantuan dari pihak luar. Dari scene untuk scene. Kolektivitas sudah terlihat dari promosi acara yang gencar dilakukan oleh band-band yang tampil dibantu para fans tiap band dan segelintir media via Twitter. Alhasil saat acara berlangsung Lucky Skate Park yang tidak besar itu dipenuhi penonton.</p>
<p style="text-align: justify;">Davit salah seorang pengagas event yang juga gitaris Stereoplain mengatakan, acara ini sebagai kampanye untuk unjuk kebolehan dari musisi-musisi muda asal Bandung yang kerap tak terfasilitasi. <em>&#8220;Kita tuh pengen pemerintah tau kalo di Bandung banyak bibit-bibit muda yang tidak terfasilitasi&#8221; </em>ungkap Davit. Contoh kecil dari pernyataan tadi adalah mengenai venue, acara ini diadakan di sebuah skate park yang notabene bukan sebuah venue yang representatif untuk membuat sebuah event musik. Namun meski begitu, hal tersebut tidak menghalangi kesuksesan acara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang dimulai sekitar pukul 3 sore ini memang cukup menyedot banyak perhatian para anak muda di Bandung. Sebelum venue dibuka pun, di pintu masuk sudah banyak berkerumun anak-anak muda yang tampak antusias seraya tampil lengkap dengan atribut band-band favoritnya. Tidak heran, karena <em>line up</em> band yang tampil hari itu memang sangat menjanjikan. Selain Alone at Last*, tampil pula band Hardcore bernama <strong>Scared of The Light</strong>. Kemudian dilanjutkan oleh <strong>Gloria</strong> yang tampil dengan vokalis barunya. Kemudian secara berturut-turut tampil <strong>No More Heroes</strong>, <strong>Buckskin Bugle</strong> dan juga <strong>Stereoplain</strong>. Meskipun band-band diatas tampil cukup bagus, namun sayang penonton masih terlihat pasif bahkan cukup pelit untuk bertepuk tangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-2616 dtse-img dtse-post-2613" style="margin: 10px;" title="fromustous (5)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-5-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" />Pit mulai memanas ketika <strong>Goodboy Badminton </strong>unjuk kebolehan, dan crowd terlihat semakin menggila kala band hardcore bernama <strong>Billfold</strong> menghajar arena skateboard itu. Membawakan lagu-lagu mereka sendiri, penonton yang semakin memenuhi venue pun seakan tak sungkan untuk bermoshing-ria meskipun kondisi venue cukup panas. Setelah itu <strong>C.U.T.S</strong> mengambil alih panggung. Tampil hanya dengan 1 gitaris saja, penampilan mereka tetap ditunggu oleh para SuperCuts <em>(sebutan untuk fans </em><em>C.U.T.S</em><em>, red)</em> yang sabar menunggu dari awal acara.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun tak bisa dipungkiri bahwa band yang tampil terakhir adalah band yang paling ditunggu di acara itu, <strong>Alone At Last</strong>*. Band yang menurut kabar akan segera merilis album barunya itu membawakan lagu-lagu dari album dan EP mereka sebelumnya. <em>Muak Untuk Memuja, Sekali Untuk Bernyawa,Jiwa, Gadis Kecil Berbisa, Amarah Senyum Air Mata, </em>serta<em> Kisah Jejak Terhina</em> dibawakan dengan iringan paduan suara dadakan dari para penontonnya. Band yang baru berulang tahun ke-10 itu membawakan single teranyar mereka berjudul <em>Kita Bisa</em>. Perform mereka ditutup oleh kolaborasi apik pada lagu <em>Takkan Terhenti Disini.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous.jpg" rel="lightbox[2613]"><img class="alignnone  wp-image-2617 dtse-img dtse-post-2613" title="fromustous" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-1.jpg" rel="lightbox[2613]"><img class="alignnone  wp-image-2618 dtse-img dtse-post-2613" title="fromustous (1)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-1-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-3.jpg" rel="lightbox[2613]"><img class="alignnone  wp-image-2619 dtse-img dtse-post-2613" title="fromustous (3)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-3-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-4.jpg" rel="lightbox[2613]"><img class="alignnone  wp-image-2620 dtse-img dtse-post-2613" title="fromustous (4)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/fromustous-4-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun ada kekurangan seperti sound yang kurang maksimal dan venue yang kurang mendukung, tapi acara terbilang sukses. Semoga saja pesan dari campaign secara tidak langsung melalui acara ini bisa tersampaikan, yakni kebersamaan dan semangat kolektivitas. Tentunya juga pesan terselubung untuk pejabat plat merah agar bisa fasilitatif terhadap pergerakan positif anak muda Bandung di bidang musik.<em> Support your local scene!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>photos by. Rizky R.</em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2613_permalink = 'http://formagz.com/for-event/kolektivitas-from-us-to-us';
			dtsv.dtse_post_2613_title = 'Kolektivitas From Us to Us';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/kolektivitas-from-us-to-us/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandung Jadi Pilihan We Are the In Crowd</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/bandung-jadi-pilihan-we-are-the-in-crowd</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/bandung-jadi-pilihan-we-are-the-in-crowd#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 12:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2594</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Taufik Rahadian Lagi-lagi Bandung menjadi sasaran empuk konser musisi internasional. Setelah pekan lalu Shed Seven sukses menggelar pertunjukkan mereka di The Venue Eldorado Bandung, Kamis (5/4) malam, giliran band pop punk bernama We Are The In Crowd menjadikan kota kembang sebagai tempat persinggahan tour mereka. Nama We Are The In Crowd memang masih terdengar asing ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fbandung-jadi-pilihan-we-are-the-in-crowd"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fbandung-jadi-pilihan-we-are-the-in-crowd&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh: Taufik Rahadian</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-2598 dtse-img dtse-post-2594" style="margin: 10px;" title="Watic (4)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-4-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" />Lagi-lagi Bandung menjadi sasaran empuk konser musisi internasional. Setelah pekan lalu Shed Seven sukses menggelar pertunjukkan mereka di The Venue Eldorado Bandung, Kamis (5/4) malam, giliran band pop punk bernama <strong>We Are The In Crowd</strong> menjadikan kota kembang sebagai tempat persinggahan tour mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama We Are The In Crowd memang masih terdengar asing di skena musik Bandung, pasalnya band yang bervokalis wanita ini memang baru terbentuk di tahun 2009. Berasal dari Poughkeppsie New York, mereka telah menelurkan sebuah <em>EP</em> berjudul<em> Guaranteed To Disagree</em> (2010) dan sebuah <em>Full-length album, &#8220;Best Intentions&#8221;</em> pada Oktober 2011 lalu. Kedatangan mereka ke Indonesia kali ini pun dalam rangka mempromosikan album mereka dalam sebuah tour yang bertajuk <strong>&#8220;Rumor Mill South-East Asia Tour 2012&#8243;</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Digandeng oleh sebuah Event Organizer bernama <strong>Plan and Play</strong> dan sebuah brand rokok terkenal, <strong>We Are The In Crowd</strong> menggelar konser mereka di teater tertutup Dago Tea House, Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang digelar selepas Maghrib itu dibuka oleh beberapa band yang cukup menarik. Diantaranya adalah <strong>Too Weak Too Dance</strong> (Bandung) feat <strong>Aska Rocket Rockers</strong>, <strong>Gecko</strong> (Bali) dan band yang berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia yakni <strong>Oh Chentaku</strong>. Sebuah trik yang cukup bagus dimana penyelenggara memasang nama-nama lokal yang sedang naik daun untuk memancing perhatian publik Bandung untuk menyaksikan konser yang sejatinya milik band asal Amrik ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 8 malam We Are The In Crowd yang beranggotakan Taylor Jardine (Vokal), Jordan Eckes (gitar / Back Vok), Cameron Hurley (Gitar), Mike Ferri (Bass) dan Rob Chianelli (Drum) mulai memasuki panggung. Tanpa tedeng aling-aling mereka langsung menghajar 4 lagu mereka secara marathon, <em>&#8220;Rumor Mill&#8221;, &#8220;Exsist&#8221;, &#8220;BRB&#8221;, serta &#8220;For The Win&#8221;</em>. Pada saat jeda lagu, Taylor sang vokalis yang tampil enerjik sempat menyapa penonton yang hadir dan menyatakan betapa senangnya mereka bisa hadir malam itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-2599 dtse-img dtse-post-2594" style="margin: 10px;" title="Watic (5)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-5-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" />Band yang sekilas mirip Paramore dan Hey Monday yang memang cukup <em>influential</em> ini  kembali membawakan lagu-lagu andalan mereka yakni <em>&#8220;Worst thing about me&#8221;, &#8220;Kiss me again&#8221;, &#8220;Never be what you want&#8221;, &#8220;Light out&#8221;, &#8220;Better luck next time&#8221;, &#8220;Calender pages&#8221;,</em> dan juga <em>&#8220;On your own&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Lagu <em>&#8220;You&#8217;ve got it made&#8221;</em> dibawakan berdua oleh Taylor diiringi gitar Jordan itu didaulat sebagai encore. Meskipun gitarnya sempat mengalami trouble, tapi mereka tetap mendapat tepuk tangan dari penonton. Sebagai penutup penampilan malam itu, We Are The In Crowd membawakan lagu<em> &#8220;Both sides of stories&#8221;</em> yang membuat semua yang hadir <em>sing along</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Total 13 lagu dibawakan oleh We Are The In Crowd malam itu. Perform yang cukup rapi ditunjang oleh stamina yang prima dalam membawakan lagu sebanyak itu menjadi nilai plus mereka. Namun sayangnya sound system yang ada menurut saya kurang menunjang, sehingga sound yang dikeluarkan pun menjadi kurang maksimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara penonton yang hadir di konser malam itu pun tidak sebanyak yang dibayangkan. Venue Dago Tea House yang kerap penuh saat gigs lokal berlangsung pun terlihat agak lowong. Faktor cuaca yang kurang bersahabat setelah sepanjang hari Bandung diguyur hujan, dan belum begitu familiarnya kiprah band ini di publik Bandung bisa jadi merupakan penyebabnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-3.jpg" rel="lightbox[2594]"><img class="alignnone  wp-image-2600 dtse-img dtse-post-2594" title="Watic (3)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-3-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-1.jpg" rel="lightbox[2594]"><img class="alignnone  wp-image-2601 dtse-img dtse-post-2594" title="Watic (1)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-1-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-2.jpg" rel="lightbox[2594]"><img class="alignnone  wp-image-2602 dtse-img dtse-post-2594" title="Watic (2)" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-2-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><img class="alignnone  wp-image-2603 dtse-img dtse-post-2594" title="Watic" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/Watic-150x150.jpg" alt="" width="140" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Namun kredit juga harus diberikan pada event organizer yang berani membuat event skala internasional di kota Bandung. Semoga bisa menjadi pembuka jalan bagi event organizer lainnya dalam membuat event di Bandung, tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>photos by. Rizki R. | *<em>mu</em></em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2594_permalink = 'http://formagz.com/for-event/bandung-jadi-pilihan-we-are-the-in-crowd';
			dtsv.dtse_post_2594_title = 'Bandung Jadi Pilihan We Are the In Crowd';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/bandung-jadi-pilihan-we-are-the-in-crowd/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Show #4 : Ink Mary buktikan anak punk bisa bernyanyi</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/the-show-4-ink-mary-buktikan-anak-punk-bisa-bernyanyi</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/the-show-4-ink-mary-buktikan-anak-punk-bisa-bernyanyi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 13:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2582</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : M. Yahya Rasyid “kata siapa band punk ga bisa nyanyi, ini saya buktiin” ujar Ink Mary, ketika hendak membuka penampilannya dalam The Show #4 bersama The Modus. The Show, yang merupakan acara dwi mingguan milik Potluck malam itu Rabu (4/4) menggaet beberapa line-up berbahaya. Sebut saja Iink (Rosemary) feat. the Modus, Ucay (Rocket ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fthe-show-4-ink-mary-buktikan-anak-punk-bisa-bernyanyi"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fthe-show-4-ink-mary-buktikan-anak-punk-bisa-bernyanyi&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><em>Oleh : M. Yahya Rasyid</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/ink-mary.jpg" rel="lightbox[2582]"><img class="alignleft size-medium wp-image-2586 dtse-img dtse-post-2582" style="margin: 10px;" title="ink mary" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/ink-mary-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>“kata siapa band punk ga bisa nyanyi, ini saya buktiin” </em>ujar <strong>Ink Mary</strong>, ketika hendak membuka penampilannya dalam The Show #4 bersama <strong>The Modus</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">The Show, yang merupakan acara dwi mingguan milik Potluck malam itu Rabu (4/4) menggaet beberapa line-up berbahaya. Sebut saja <strong>Iink (Rosemary)</strong> feat. <strong>the Modus</strong>, <strong>Ucay (Rocket Rockers)</strong>, <strong>Gania Alianda (Billfold)</strong>, <strong>Chadistorsion (Infamy)</strong> feat. <strong>The Bastard</strong>, <strong>Whiskey and Wine</strong> dan 1 nama asal Negri jiran: <strong>Liyana Fizi</strong>. Terhitung sejak awal mula dibuat, the show kini telah memasuki jilid 4, terasa kental nuansa nostalgia  dengan diwarnai  berbagai tembang kenangan versi sang penampil.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama pertama yang disebut diawal, dalam penampilannya cukup membuat penonton gaduh dengan iringan tepuk tangan. Bagaimana tidak? Setelah berseloroh di awal bahwa vocalis band punk identik dengan suara yang pas-pasan, Iink menjawab dengan menyanyikan lagu <strong>I Will always Love You</strong> milik Whitney Houston. Satu dan penonton lain ikut bernyanyi menikmati lagu yang dinyanyikan Iink, lainnya ada juga yang tertawa  melihat ekspresi dari  sang pelantun tembang tersebut dengan wajah super extra penghayatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Iink yang pada malam itu tampil bersama The Modus diantaranya  <strong>Husein (GoodBoy Badminton)</strong> serta Ijan <strong>(Closehead)</strong>, Sempat meberikan statement bernada banyolan “<em>Sebenernya mah Jiwa saya bukan punk tapi Britpop”</em>, kata iink yang kemudian membawakan nomor-nomor  klasik seperti <em>Don’t Go Away</em> milik Oasis, <em>With or without You</em> milik U2 serta <em>Shiver </em>milik Coldplay. Meski ditengah lagu sempat kelupaan beberapa bait lirik, namun hal tersebut dapat ditutupi ketika penonton asyik mengiringi Iink  bernyanyi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hese oge nya suara falset, Gelo si Iink bisaeun,” </em>kata <strong>Al.a.k.a Ucay </strong>yang pada saat itu mendapat jatah giliran dan  mengalami kesulitan ketika menggunakan suara falset kala menyanyikan lagu milik Vanila Ice. Ucay yang pada malam itu tampil dengan menggunakan gitar akustik, beberapa kali juga sempat menjelaskan bahwa lagu-lagu yang dia bawakan merupakan lagu-lagu favoritenya sejak SD hingga SMA. Dengan gaya nge-rap, Ucay beberapa kali sempat mengajak penonton untuk membantunya pada bagian <em>reffrain</em>. <em>“Boom,shake,shake the room.. bantuin saya dibagian ini ya, kita nyanyi bareng-bareng,”</em> kata Ucay ketika membawakan lagu yang sempat dipopulerkan oleh Will smith tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/ucay.jpg" rel="lightbox[2582]"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2587 dtse-img dtse-post-2582" title="ucay" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/ucay-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/whiskey-and-wine.jpg" rel="lightbox[2582]"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2588 dtse-img dtse-post-2582" title="whiskey and wine" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/whiskey-and-wine-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang pada malam itu dimulai pukul 7 malam lebih sedikit, memang terasa seperti Makrab kemping dengan nuansa canda penuh nostalgia ketika  <strong>Chadistortion (Infamy)</strong> feat <strong>The Bastard</strong>  yang tidak lain adalah <strong>Ami Muhammad</strong> mendapat jatah untuk tampil setelah Ucay. Banyolan-banyolan segar cukup membuat para penonton yang hadir mengeluarkan tawa-tawa kecil serta menggeleng-gelengkan kepala. Meski dibagian awal acara, Ami Muhammad juga sempat naik ke atas panggung untuk melakukan stand up comedy, namun penampilannya bersama Chaddistortion justru menjadi klimaks tawa para penonton malam itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecerian dan gelak tawa pada malam itu, akhirnya ditutup dengan nada-nada romantic yang keluar dari petikan gitar milik <strong>Liyana Fizzi</strong>. Dara asal negri Jiran ini piawai sekali bercerita tentang perasaannya yang sedang jatuh cinta melalui suara dan petikan  gitarnya. Balutan nuansa jazz yang mudah untuk dicerna menjadi nilai plus bagi gadis pemilik wajah oriental tersebut, dan pria manapun pasti rela memberikan jeda ditengah aktivitasnya demi melihat wanita ini tersenyum.</p>
<p><em>photos by. M. Yahya Rasyid</em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2582_permalink = 'http://formagz.com/for-event/the-show-4-ink-mary-buktikan-anak-punk-bisa-bernyanyi';
			dtsv.dtse_post_2582_title = 'The Show #4 : Ink Mary buktikan anak punk bisa bernyanyi';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/the-show-4-ink-mary-buktikan-anak-punk-bisa-bernyanyi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersenandung dan Bercerita ala Abah Iwan</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/bersenandung-dan-bercerita-ala-abah-iwan</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/bersenandung-dan-bercerita-ala-abah-iwan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 03:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2567</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Indra Nugraha Para penyuka musik mungkin akan hafal setiap kata dari lirik yang disenandungkan oleh sang penyanyi pujaannya. Namun, apakah mereka tahu makna dari baris kata yang mereka nyanyikan? Hal itulah yang tak terjadi ketika seorang Iwan Abdurachman bernyanyi, bukan hanya menghibur melalui lantunan musik dan suaranya, ia juga banyak bercerita mengenai proses ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fbersenandung-dan-bercerita-ala-abah-iwan"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fbersenandung-dan-bercerita-ala-abah-iwan&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><em>Oleh : Indra Nugraha</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-2568 dtse-img dtse-post-2567" style="margin: 10px;" title="Ir. Iwan Abdurrachman" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_0085-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Para penyuka musik mungkin akan hafal setiap kata dari lirik yang disenandungkan oleh sang penyanyi pujaannya. Namun, apakah mereka tahu makna dari baris kata yang mereka nyanyikan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itulah yang tak terjadi ketika seorang Iwan Abdurachman bernyanyi, bukan hanya menghibur melalui lantunan musik dan suaranya, ia juga banyak bercerita mengenai proses kreatif di balik pembuatan lagu serta mampu menjelaskan makna di balik lirik lagu yang ia nyanyikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertempat di Bale Sawala, kampus Unpad Jatinangor, Sabtu (31/03) akhir minggu kemarin. Para audience diajak untuk menyimak dan mengapresiasi sebuah pagelaran musik dari seorang alumnus Unpad Ir. Iwan Abdurachman yang diundang secara khusus oleh istrinya sendiri, Januarsih Iwan Abdurachman, sebagai pengisi acara <strong>Apresiasi “Prestasi, Organisasi, dan Kreasi”</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum memasuki acara apresiasi, audience diajak untuk terlebih dahulu masuk ke dalam suasana Indonesia Raya dengan dipandu oleh kang Aat Suratin. Sebuah hal wajib yang dilakukan oleh Iwan Abdurachman sebelum melakukan pentas agar suasana kebersamaan dalam satu Indonesia itu dapat timbul.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Iwan Abdurachman yang biasa disapa dengan sebutan abah Iwan membuka acara dengan lantunan lagu <em>Duha</em>, sebuah lagu yang yang tercipta agar kita menyadari bahwa dibalik satu hal buruk, masih banyak hal baik lainnya yang terjadi di sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Berturut-turut kemudian abah Iwan menyanyikan beberapa lagu yang pernah ia dengar dari koleksi bung Karno pada jamannya, lagu dengan lirik yang tidak cukup familiar di telinga orang Indonesia tersebut ia nyanyikan dengan lantang  “nyanyi <em>bari kata-katana teu ngarti</em>, yang penting semangat dalam menyanyikan lagu” ujar pria yang pernah membuat band bersama putra sulung Ir. Soekarno tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagu-lagu pembakar semangat itu juga sering ia nyanyikan bersama Grup Pecinta Lagu (GPL) Unpad yang telah melegenda, “bayangkan 40 orang bersama-sama menyanyikan lagu ini” tuturnya ketika lagu masih berjalan, dan, bukan hanya sekali dua kali ia menghentikan petikan gitarnya di tengah lagu untuk menceritakan makna lagu yang telah dan akan ia nyanyikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagu abah Iwan lainnya yang sempat dibawakan kala itu adalah lagu <em>Burung Camar</em>, lagu yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata, dan pernah mendapatkan penghargaan dalam World Populer Song Festival in Tokyo pada tahun 1985. Berbeda dengan versi yang sudah sering kita dengar selama ini, kali ini Burung Camar  dibawakan abah Iwan dengan versi berbeda, dan menurutnya itu merupakan versi asli dari si Burung Camar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pria yang telah matang dalam menjalani kehidupannya itu sempat juga menyanyikan lagu <em>Mentari</em>, sebuah lagu yang tercipta atas perjuangan para mahasiswa di era Orde Baru pada kisaran tahun 1978. Banyak sekali inspirasi dari kehidupan abah Iwan yang tersalurkan melalui lagu-lagu yang ia nyanyikan. Namun, secara rendah diri ia menuturkan bahwa kedatangannya kala itu hanya untuk berbagi “saya datang untuk ngobrol, bukan memberi inspirasi” tegas pria yang telah lama bergaul dengan alam dan telah menginjakan kakinya di Kilimanjaro pada tahun 2010 lalu ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang kecintaan pria ini terhadap alam sudah tidak dapat ditampikkan lagi bahkan ia juga sempat bernyanyi kala itu mengenai bagaimana alam telah mengajarkan hidup  “<em>Gunung-gunung dan lembah telah mengajar kita tentang keindahan hidup di alam terbuka, mempersatukan jiwa kita bagaikan saudara, tebing-tebing yang curam telah mengajar kita tentang keteguhan hati dan keberanian mempersatukan jiwa kita bagai saudara” senandungnya.</em><em></em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-2578 dtse-img dtse-post-2567" style="margin: 10px;" title="abah Iwan" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_0077-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" />Selain komposisi lagu tersebut abah Iwan juga sempat menyanyikan lagu <em>Seribu Mil Lebih Sedepa</em>, yang ia dedikasikan untuk orang-orang yang telah meninggalkannya dan untuk semua orang yang sedang rindu akan seseorang. Warga kehormatan kopasus ini juga bercerita melalui salah satu lagunya yang berjudul <em>Balada Seorang Prajurit</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagu selanjutnya yang dinyanyikan abah yaitu <em>Almamater</em>, dengan mengganti kata Almamater menjadi Indonesia ia mengharapkan sebuah kebanggaan dan bakti bukan hanya untuk almamater melainkan untuk bangsa ini juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara klimaks acara inipun ditutup secara khidmat dengan persembahan terakhir <em>Hymne Unpad</em>. Lagu hasil gubahan abah Iwan ini mampu membuat seluruh audience bernyanyi dan mengingatkan kembali kepada setiap orang yang hadir kala itu bahwa dalam dirinya terdapat sebuah hutang untuk mengabdi kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>photos by. Indra Nugraha</em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2567_permalink = 'http://formagz.com/for-event/bersenandung-dan-bercerita-ala-abah-iwan';
			dtsv.dtse_post_2567_title = 'Bersenandung dan Bercerita ala Abah Iwan';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/bersenandung-dan-bercerita-ala-abah-iwan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reuni 90&#8242;an di Potluckustic #6</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/reuni-90an-di-potluckustic-6</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/reuni-90an-di-potluckustic-6#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 13:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2556</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Taufik Rahadian &#8220;tapi skarang kau sudah lupakan aku tak mau ingat waktu kita yang dulu tapi skarang kau sudah lupakan aku oh betapa sedih hatiku&#8221; Hampir semua orang yang hadir di Potluck Kitchen kala itu ikut menyanyikan sepenggal lirik diatas yang berjudul Nina milik Sendal Jepit. Band melodic legendaris kota Bandung itu menjadi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Freuni-90an-di-potluckustic-6"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Freuni-90an-di-potluckustic-6&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh : Taufik Rahadian</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><img class="alignleft size-medium wp-image-2558 dtse-img dtse-post-2556" style="margin: 10px;" title="Sendal Jepit" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/Sendal-Jepit-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" />&#8220;tapi skarang kau sudah lupakan aku<br />
tak mau ingat waktu kita yang dulu<br />
tapi skarang kau sudah lupakan aku<br />
oh betapa sedih hatiku&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir semua orang yang hadir di Potluck Kitchen kala itu ikut menyanyikan sepenggal lirik diatas yang berjudul Nina milik <strong>Sendal Jepit</strong>. Band melodic legendaris kota Bandung itu menjadi band penutup di acara Potluckustik ke 6 yang digelar pada Sabtu (17/3) malam. Tampil dengan hanya berempat, mereka membawakan lagu &#8211; lagu lawas mereka yang sudah cukup familiar di telinga para pegiat scene indie di kota Bandung, seperti &#8220;<em>you gave loneliness and a song to sing</em>&#8220;, &#8220;<em>Hello and goodbye</em>&#8220;, &#8221; <em>King&#8217;s Diary</em>&#8220;, &#8220;<em>Until the cold no longer bites</em>&#8220;, &#8220;<em>Nina</em>&#8221; serta mengcover satu lagu milik Ramones &#8220;<em>i wanna be your boyfriend</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang Gitaris Randy bahkan mengungkapkan kebahagiaannya bisa tampil di acara ini setelah cukup lama tidak menampilkan diri di atas panggung &#8220;menurut saya menyenangkan bisa bermain di acara ini, gara-gara acara ini juga kita bisa kumpul lagi&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Sendal Jepit, band metalcore yang pernah mengeluarkan album &#8220;<em>a whispering rose and betrayal kiss</em>&#8221; yakni <strong>Pitfall</strong> juga merupakan band yang ditunggu malam itu. Cukup menarik melihat perform Pitfall yang tampil tidak seperti biasanya yakni secara akustik. Selain tampil secara berbeda, lagu yang mereka bawakan juga terasa cukup unik, tiga lagu secara instrumental serta sebuah lagu unrelease yaitu &#8220;<em>selamanya berjalan di atas api</em>&#8221; dan ditutup dengan membawakan single dari album mereka &#8220;<em>Romansa klasik menuju akhir</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain dua band diatas, dalam kesempatan malam itu tampil juga <strong>Djarwo</strong>, <strong>Aidoaudio</strong>, dan <strong>Stereoplain. </strong>Secara berurutan mereka saling mengisi panggung malam itu dengan karakteristik lagu mereka masing-masing yang sangat sayang untuk dilewatkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/Djarwo.jpg" rel="lightbox[2556]"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2560 dtse-img dtse-post-2556" title="Djarwo" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/Djarwo-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/pitfall-2.jpg" rel="lightbox[2556]"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2561 dtse-img dtse-post-2556" title="pitfall 2" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/pitfall-2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/pitfall-3.jpg" rel="lightbox[2556]"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2562 dtse-img dtse-post-2556" title="pitfall 3" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/pitfall-3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Malam hari itu memang lebih seperti acara reuni skena kota Bandung tahun 90an. Hal ini karena memang beberapa band yang perform merupakan band-band yang cukup senior. Ipung salah satu penggagas dari acara Potluckustik ini menuturkan mereka mengundang band-band tersebut dengan alasan mereka ingin lebih menghidupkan kembali band-band yang cukup lama &#8220;mati suri&#8221;, dan mempertunjukan kepada <em>khalayak</em> bahwa mereka itu masih ada.</p>
<p><em>Photos by. Rizki R. &amp; M. Rasyid</em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2556_permalink = 'http://formagz.com/for-event/reuni-90an-di-potluckustic-6';
			dtsv.dtse_post_2556_title = 'Reuni 90′an di Potluckustic #6';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/reuni-90an-di-potluckustic-6/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konser Karinding Attack di Gerbang Kerajaan Serigala</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/konser-karinding-attack-di-gerbang-kerajaan-serigala</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/konser-karinding-attack-di-gerbang-kerajaan-serigala#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 10:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2547</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rizki Rahadiyan “karinding bukan alat musik tradisional ataupun modern” Tidak seperti biasanya Selasa malam  gedung pertunjukan Dago Tea House ramai oleh pemuda pemudi baik  yang berasal dari kota Bandung maupun daerah lainnya. Memang beralasan gedung pertunjukan yang biasanya hanya ramai setiap libur akhir pekan saja itu kali ini penuh, karena tanggal 13 Maret ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fkonser-karinding-attack-di-gerbang-kerajaan-serigala"><br />
				<img class="dtse-img dtse-post-2547" src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fkonser-karinding-attack-di-gerbang-kerajaan-serigala&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh : Rizki Rahadiyan</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“karinding bukan alat musik tradisional ataupun modern”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasanya Selasa malam  gedung pertunjukan Dago Tea House ramai oleh pemuda pemudi baik  yang berasal dari kota Bandung maupun daerah lainnya. Memang beralasan gedung pertunjukan yang biasanya hanya ramai setiap libur akhir pekan saja itu kali ini penuh, karena tanggal 13 Maret kemarin bertepatan dengan konser tunggal <em>karinding Attack</em>, sebuah acara konser yang dibuat sebagai rasa syukur atas hari jadi mereka yang ketiga, serta sebagai <em>launching </em>album pertama <em>Karinding Attack</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang terasa spesial malam itu, bila biasanya pertunjukan musik selalu diiringi alat-alat musik seperti gitar, drum, keyboard, dan lainnya. Kini pertujukan musik itu diiringi alat-alat musik dari bambu.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara di mulai sekitar pukul 19.30, dibuka dengan tembang <em>Rajah Bubuka </em>dan <em>Gayatri mantram</em> dibawakan oleh <strong>Trie Utami</strong> dan <strong>Budi Dalton</strong>. Kemudian diteruskan dengan <em>Dadangos Bagong, Wasit Kehe, Hampura Ma, Maaf, Yaro, Kawih Pati, Gerbang Kerajaan Serigala, </em> Selain nama-nama diatas, <em>Karinding Attack </em>juga melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi diantaranya <strong>Trio Sony Akbar</strong> membawakan <em>Burial Bunceklik </em>dalam suasana Jazz, dengan anak-anak dari <strong>Kekar</strong> (Kelas karinding) membawakan <em>Nu Ngora Nu Nyekel Kontro </em>dan <em>Maaf, </em>serta bareng <strong>Paperback</strong> membawakan <em>Because-kelas Rakyat, </em>bersama <strong>Sri rejeki</strong> membawakan kawih <em>Tembang Tanjung Panineungan</em>, juga dengan Gabungan <strong>Aki-aki Sunda</strong> membawakan <em>Ririwa di Mana-mana. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em></em>Selain berkolaborasi,  <strong>K</strong><strong>arinding Attack </strong>juga sempat mengajak para penonton untuk bersama-sama memainkan-mainkan Karinding di tengah pertunjukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara pertunjukan musik ini semakin menarik dengan di dukung oleh video art dan lighting yang cukup menarik, juga ada pertunjukan tari di <em>Hampura Ma Part 2</em>. Di tambah dengan <strong>Man</strong> yang begitu interaktif dengan penonton. Konser pun di tutup dengan penaampilan <em>karinding attack </em>berkolaborasi bareng <strong>Paperback, Eye Feel Six, Trio Sony Akbar</strong>, dan sang ratu <strong>Risa Saraswati</strong> membawakan <em>We Are the World</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup banyaknya musisi yang berkolaborasi dalam konser ini seperti membuat pernyataan bahwa Karinding bisa dinikmati dengan cara apapun, dengan campuran musik apapun dan tidak terjebak dengan dikotomi alat musik tradisional ataupun modern. Terserah anda bagaimana mengembangkan karinding sebagai warisan budaya agar bisa terus dinikmati generasi selanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2547_permalink = 'http://formagz.com/for-event/konser-karinding-attack-di-gerbang-kerajaan-serigala';
			dtsv.dtse_post_2547_title = 'Konser Karinding Attack di Gerbang Kerajaan Serigala';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/konser-karinding-attack-di-gerbang-kerajaan-serigala/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Architecture in Helsinki buat Jakarta Berdansa</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/architecture-in-helsinki-buat-jakarta-berdansa</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/architecture-in-helsinki-buat-jakarta-berdansa#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 10:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2544</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Tasya Imelawati Siregar Membawakan total 18 lagu, Architecture in Helsinki band indie pop asal Australia, menghentak Jakarta dengan nomor-nomor milik mereka yang sempat merajai lantai dansa ibu kota, Sabtu malam (10/03). Tampil dengan pakaian berwarna biru navy, band yang digawangi oleh Cameron Bird (vokal, gitar), Gus Franklin (trombone, drum), Jamie Mildren (bass, keyboard), Sam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Farchitecture-in-helsinki-buat-jakarta-berdansa"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Farchitecture-in-helsinki-buat-jakarta-berdansa&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh : Tasya Imelawati Siregar</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-2554 dtse-img dtse-post-2544" style="margin: 10px;" title="AIH 4" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-4-300x292.png" alt="" width="300" height="292" />Membawakan total 18 lagu<em>, </em><strong>Architecture in Helsinki</strong> band indie pop asal Australia, menghentak Jakarta dengan nomor-nomor milik mereka yang sempat merajai lantai dansa ibu kota, Sabtu malam (10/03).</p>
<p style="text-align: justify;">Tampil dengan pakaian berwarna biru navy, band yang digawangi oleh <strong>Cameron Bird</strong> (vokal, gitar), <strong>Gus Franklin</strong> (trombone, drum), <strong>Jamie Mildren</strong> (bass, keyboard), <strong>Sam Perry</strong> (gitar), dan <strong>Kellie Sutherland</strong> (vocal, keyboard) mengawali penampilan mereka dengan membawakan <em>Desert Island.</em> Sebuah lagu pembuka yang memancing sambutan antusias dari para penggemarnya di Fairgrounds ex Bengkel Night Park, di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong>Architecture in Helsinki</strong> menciptakan alunan  nada-nada eklektik serta sentuhan pop manis ala era 80-an, lewat nomor-nomor andalan semisal <em>Hold Music</em>, <em>Like It Or Not</em>, <em>Souvenirs</em>, dan <em>Everything’s Blue</em>. Fairgrounds mendadak beralih fungsi menjadi lantai dansa bagi kawula muda penikmat musik electronic pop.</p>
<p style="text-align: justify;">Para personel <strong>Architecture in Helsinki</strong> memberikan suguhan yang sungguh menghibur selama kurang lebih dua jam, apalagi ketika <em>That Beep</em> dibawakan. Seluruh personel bertukar posisi sambil melakukan tarian serempak di atas panggung. Penampilan yang sangat atraktif juga yang mengakibatkan applause meriah tiada henti dari barisan penonton seraya mengakhiri koor masal saat lagu <em>Do The Whirlwind</em> selesai dibawakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak terasa hingga lagu <em>Maybe You Can Owe Me  </em>dan<em> Heart It Races</em> akhirnya menjadi nomor dansa terakhir bagi para penggemar <strong>Architecture in Helsinki.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-1.png" rel="lightbox[2544]"><img class="alignnone  wp-image-2551 dtse-img dtse-post-2544" title="AIH 1" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-1-150x150.png" alt="" width="155" height="155" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-2.png" rel="lightbox[2544]"><img class="alignnone  wp-image-2553 dtse-img dtse-post-2544" title="AIH 2" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-2-150x150.png" alt="" width="155" height="155" /></a><a href="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-3.png" rel="lightbox[2544]"><img class="alignnone  wp-image-2552 dtse-img dtse-post-2544" title="AIH 3" src="http://formagz.com/wp-content/uploads/2012/03/AIH-3-150x150.png" alt="" width="155" height="155" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu pun lantai dansa makin meriah dengan kehadiran duo <strong>Bottlesmoker</strong> asal Bandung yang tampil membuka konser Architecture in Helsinki di Indonesia. Penampilan mereka tak kalah memukau. Angkuy dan Nobie yang tampil dengan kostum ala India pun mampu memberikan pemanasan ciamik sebelum band asal negeri kangguru ini naik panggung.</p>
<p><em>photos by. Reeko Ritonga</em></p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2544_permalink = 'http://formagz.com/for-event/architecture-in-helsinki-buat-jakarta-berdansa';
			dtsv.dtse_post_2544_title = 'Architecture in Helsinki buat Jakarta Berdansa';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/architecture-in-helsinki-buat-jakarta-berdansa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stevie Wonder Klimakskan JJF 2012</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/stevie-wonder-klimakskan-jjf-2012</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/stevie-wonder-klimakskan-jjf-2012#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 11:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2514</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mahardhika Utama Siapa bilang negeri ini negerinya orang miskin? Buktinya harga tiket show Stevie Wonder di Java Jazz 2012 yang mencapai angka Rp 2.000.000 nyaris ludes terjual. Antrian manusia sejak sore hari telah terlihat mengular di depan pintu masuk Hall D2 JIEXPO Kemayoran Jakarta, Minggu malam (4/3). Management Stevie Wonder menerapkan pengamanan extra ketat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fstevie-wonder-klimakskan-jjf-2012"><br />
				<img class="dtse-img dtse-post-2514" src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fstevie-wonder-klimakskan-jjf-2012&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh: Mahardhika Utama</em></p>
<p style="text-align: justify;">Siapa bilang negeri ini negerinya orang miskin? Buktinya harga tiket show Stevie Wonder di Java Jazz 2012 yang mencapai angka Rp 2.000.000 nyaris ludes terjual. Antrian manusia sejak sore hari telah terlihat mengular di depan pintu masuk Hall D2 JIEXPO Kemayoran Jakarta, Minggu malam (4/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Management Stevie Wonder menerapkan pengamanan extra ketat di show keduanya di Indonesia setelah penampilan perdananya tahun 1988 lalu. Para pewarta tulis maupun elektronik bahkan nyaris tak bisa meliput karena kamera baik foto maupun video milik wartawan sempat dilarang. Peter Gontha sampai harus turun tangan melobi management Stevie Wonder di depan para wartawan. Beruntung, meski harus mengisi surat perjanjian tak ada penyalahgunaan, para wartawan diperbolehkan masuk walaupun &#8220;dijatah&#8221;. Prosedur ketat penyanyi kelas wahid yang juga diberlakukan oleh Paul McCartney dan Mick Jagger.</p>
<p style="text-align: justify;">Stevie Wonder yang dijadwalkan tampil pukul 20.15 itu baru muncul sekitar pukul 22.00. Kharisma penyanyi berusia 61 tahun pemenang 22 Grammy Awards ini memang tak terbantahkan mampu menyihir publik musik tanah air. Mengenakan kemeja abu-abu lengkap dengan  kacamata hitam dan keyboard putih di dadanya, ia langsung menyapa penonton dengan nomor &#8220;How Sweet It Is (To Be Loved By You)&#8221;. Penonton pun sibuk foto-foto. Beranjak ke lagu-lagu selanjutnya, ribuan orang nyaris bernyanyi tanpa henti di nomor-nomor familiar semacam &#8220;You Are The Sunshine of My Life&#8221;, &#8220;Overjoyed&#8221;, &#8220;Sir Duke&#8221;, dan tak terkecuali lagu dari album The Women In Red yang sangat terkenal di Indonesia, &#8220;I Just Called To Say I Love You&#8221;. Tak hanya mahir memainkan jemarinya di atas tuts keyboard dan piano, Stevie Wonder menunjukkan kebolehannya bermain harmonika di lagu &#8220;My Love Is On Fire&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Tarian kepalanya yang khas dari penyanyi tuna netra serba bisa ini memanjakan penonton nyaris 2,5 jam. Terasa lebih spesial mengingat kedatangan penyanyi bernama lengkap Stevland Hardaway Morris ini diluar jadwal tournya. Jadi ia datang khusus untuk Java Jazz 2012.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Stevie Wonder sebenarnya banyak nama menarik yang tampil di Java Jazz hari terakhir, namun memang arus utama berpihak pada Stevie Wonder. Dari dalam negeri misalnya, Trio Lestari yang beranggotakan 3 solois pria papan atas Indonesia (Glenn Fredly, Sandhy Sondoro, Tompi) mampu memainkan jazz sekaligus menumbuhkan nasionalisme dengan sangat baik. Trio Lestari memilih Garuda Pancasila versi jazz menjadi lagu penutup yang berhasil menggetarkan sisi nasionalisme para penonton.</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat nyaris bersamaan pun tampil pula Kla Project yang sedikit berkompromi dengan musik jazz. Ya band pop veteran ini menggubah beberapa aransemen musiknya menjadi lebih nge-jazz. Meski penonton lebih banyak didominasi oleh segmentasi usia 25 keatas, penampilan Katon-Lilo-Adi ini berhasil mengobati rindu fans fanatik KLA Project. Choir massal pun menggema saat lagu Yogyakarta dibawakan. Sayang berulang kali suara Katon timbul tenggelam akibat masalah teknis.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain nama-nama diatas tampil pula ratusan musisi lainnya, diantaranya  penyanyi berkarakter vokal unik Bobby McFerrin, Al Jarreau feat George Duke Trio, Pat Matheny, Dave Koz, David Sanborn, Mayer Hawthorne, Herbie Hancock, Benny &amp; Barry Likumahua, Dira Sugandi, dll. Sekitar 1500 musisi terlibat dalam Java Jazz tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Event tahunan yang bermula dari Jak Jazz pada tahun 1994 dan kemudian bertransformasi menjadi Java Jazz sejak 8 tahun lalu ini menjadi ajang prestisius dan diperhitungkan. Bila pada era 80-90&#8242;an perhelatan musik jazz berkiblat pada event &#8220;North Sea Jazz&#8221; di Belanda, kini Java Jazz sudah layak menjadi salah satu barometer jazz dunia. Terbukti ratusan nama besar jazz internasional tak ragu tampil di event ini. Well, sampai jumpa di Java Jazz tahun depan.</p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2514_permalink = 'http://formagz.com/for-event/stevie-wonder-klimakskan-jjf-2012';
			dtsv.dtse_post_2514_title = 'Stevie Wonder Klimakskan JJF 2012';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/stevie-wonder-klimakskan-jjf-2012/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JJF Hari Kedua Menjadi Milik Dave Koz</title>
		<link>http://formagz.com/for-event/jjf-hari-kedua-menjadi-milik-dave-koz</link>
		<comments>http://formagz.com/for-event/jjf-hari-kedua-menjadi-milik-dave-koz#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 08:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formagz.com/?p=2512</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Mahardhika Utama Hall A2 JIEXPO Kemayoran Jakarta sudah penuh sesak sejak pukul 7 malam di hari kedua gelaran Java Jazz 2012, Sabtu (3/4). Di atas panggung sedang tampil band internasional Mamas Gun. Tapi perhatian penonton tak tertuju pada band yang sebenarnya menawarkan kualitas mumpuni itu, melainkan pada panggung kosong di sebelahnya. Ternyata ribuan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fjjf-hari-kedua-menjadi-milik-dave-koz"><br />
				<img class="dtse-img dtse-post-2512" src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fformagz.com%2Ffor-event%2Fjjf-hari-kedua-menjadi-milik-dave-koz&amp;source=formagz&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Oleh : Mahardhika Utama</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hall A2 JIEXPO Kemayoran Jakarta sudah penuh sesak sejak pukul 7 malam di hari kedua gelaran <strong>Java Jazz 2012</strong>, Sabtu (3/4). Di atas panggung sedang tampil band internasional Mamas Gun. Tapi perhatian penonton tak tertuju pada band yang sebenarnya menawarkan kualitas mumpuni itu, melainkan pada panggung kosong di sebelahnya. Ternyata ribuan penonton yang rela merogoh kocek dalam-dalam itu menunggu aksi saxophonist asal Amerika Serikat, Dave Koz.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayup terdengar lengkingan saxophone sopran dari balik tirai di atas panggung sontak membuat penonton kegirangan. Siapa sangka lagu pertama yang digunakan Koz untuk menyapa penonton adalah &#8220;Keliru&#8221; milik diva pop Ruth Sahanaya. Ia berhasil membuat kesan pertama begitu indah dengan merangsang unsur proximity publik Indonesia. Tanpa jeda ia kembali menaikan ritme dan emosi penonton dengan membawakan salah satu hitsnya yang paling dikenal yaitu &#8220;Together Again&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang setelah lagu itu, Koz memilih untuk lebih memperkenalkan album anyarnya Hello Tomorrow yang beberapa nomornya belum begitu familiar di telinga publik Indonesia. Namun diluar itu semua penonton tetap terhibur dengan aksinya yang atraktif dan sangat komunikatif. Ia berlari ke tiap sudut panggung seraya membuat atraksi dengan gerakan-gerakan yang unik bersama personil band pengiringnya. Tak henti menyapa penonton dengan melempar jokes renyah dan beberapa diantaranya tergolong satir. Ia yang pertama kali datang ke Indonesia sejak tahun 1992 itu tampaknya mempelajari banyak hal tentang tanah air. Bahkan ia menyindir fenomena lipsync Briptu Norman dan hebohnya Ayu Ting-Ting.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Dave Koz berkolaborasi dengan musisi papan atas dunia, seperti kolaborasinya dengan Phil Perry semalam, itu sudah biasa. Koz justru membuat klimaks penampilannya di Java Jazz 2012 dengan berkolaborasi bersama anak-anak jalanan binaan Rumah Musik Harry Roesli Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersama wajah-wajah mungil yang ditempa di Supratman 57 itu, Dave Koz membawakan lagu hits &#8220;You Make Me Smile&#8221;. Sungguh kolaborasi luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Penampilan Dave Koz malam itu makin spesial dengan diberikannya penghargaan dari bos Java Jazz, Peter Gontha. Penghargaan itu diterima Koz atas petualangan bermusik dan apresiasinya yang cukup tinggi terhadap publik musik Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski bisa dibilang Java Jazz hari kedua menjadi malamnya Dave Koz, sejumlah penampil lain pun tak kalah mencuri atensi penonton. Penyanyi pendatang baru Raisa misalnya, untuk menyaksikan aksi penyanyi cantik yang mengawali ketenarannya lewat Youtube ini, harus rela berdesakkan dengan ribuan penonton yang menyesaki Hall B1. Dengan kualitas vokalnya yang sangat khas, penyanyi yang satu ini diprediksi memiliki masa depan yang cerah di industri musik Indonesia. Selain kualitas vokal, Raisa yang tampil mengenakan dress mini malam itu memang terlihat sangat menggemaskan. Tak heran ia mendapat begitu banyak penonton ditengah serbuan nama-nama musisi jazz internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Dave Koz dan Raisa, malam itu tampil juga sejumlah nama lokal dan internasional yang meramaikan Java Jazz 2012 seperti Pat Metheny, Herbie Hancock, Mc Ferrin bersaudara, Laura Fygi, Depapepe, Syaharani, Tohpati dan sejumlah nama lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di hari kedua itu JIEXPO tampak jauh lebih penuh, parkir mobil semakin sulit, namun setimpal dengan line up yang kian mentereng. Apakah hal serupa akan terjadi di hari terakhir nanti? Kita lihat saja.</p>
<p>		<!-- Added by WP-DragToShare-eXtended Plugin --><br />
		<script type="text/javascript">
			dtsv.dtse_post_2512_permalink = 'http://formagz.com/for-event/jjf-hari-kedua-menjadi-milik-dave-koz';
			dtsv.dtse_post_2512_title = 'JJF Hari Kedua Menjadi Milik Dave Koz';
		</script><br />
		<!-- End of WP-DragToShare-eXtended Plugin --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formagz.com/for-event/jjf-hari-kedua-menjadi-milik-dave-koz/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

